BANDAR LAMPUNG, 12 Januari 2026 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan instruksi tegas kepada jajaran manajemen PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung agar melakukan lompatan besar pada tahun 2026. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Pusat Bank Lampung, Senin (12/1), Gubernur menegaskan bahwa indikator keberhasilan bank ke depan tidak lagi hanya diukur dari laba bersih, melainkan dari sejauh mana kontribusinya terhadap ekonomi riil masyarakat.
Gubernur Mirza menyoroti dana pemerintah daerah yang berputar mencapai Rp32 Triliun per tahun. Ia ingin dana tersebut dikelola secara optimal oleh Bank Lampung agar perputaran uangnya tetap berada di daerah dan menjadi motor penggerak pembangunan.
Evaluasi Kinerja 2025: Rekor Laba Tertinggi
Bank Lampung mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun 2025:
Laba Bersih: Menembus angka Rp200 Miliar, pencapaian tertinggi dalam sejarah bank.
Pendapatan Digital: Fee-based income dari layanan digital mencapai Rp38 Miliar.
Kondisi Fiskal: Rasio Kecukupan Modal (CAR) yang sangat tinggi menunjukkan bank dalam kondisi sangat sehat.
Namun, Gubernur memberikan catatan kritis terkait komposisi kredit yang masih didominasi sektor konsumtif (ASN). Ia meminta pada 2026, Bank Lampung harus berani bergeser ke arah Kredit Produktif, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.
Target & Strategi 2026: Fokus Sektor Riil
Menyambut usia ke-60 tahun ini, Bank Lampung mengusung visi "Bank Unggul Pilihan Utama Masyarakat" dengan target-target sebagai berikut:
Pertumbuhan Kredit: Ditargetkan naik 8,5%, fokus pada pertanian, ketahanan pangan, kehutanan sosial, dan UMKM.
Sinergi KUB: Memaksimalkan kolaborasi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim untuk penguatan teknologi informasi dan likuiditas.
Digitalisasi Desa: Memperkuat layanan perbankan hingga ke pelosok desa untuk mempermudah akses KUR Mikro.
Target Laba 2026: Diproyeksikan mencapai Rp225 Miliar.
“Bank Lampung tidak boleh hanya bagus di neraca, tapi harus besar manfaatnya bagi masyarakat. Bank harus hadir dari desa hingga kota, dari APBD hingga sektor industri,” tegas Gubernur Mirza.
[Image: Infographic showing the 2025-2026 transition from Consumer Lending focus to Productive/SME Lending focus]
Kesiapan Manajemen: "Siap Go, Siap Gas"
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan mandat Gubernur. Fondasi budaya kerja SIPIL (Sinergi, Integritas, Profesional, Inovatif, Loyal) yang dibangun tahun lalu akan menjadi mesin penggerak transformasi bisnis. “Arah kami jelas, memperkuat UMKM dan sektor produktif agar sejalan dengan pembangunan daerah. Kami tidak ingin lagi terlalu bergantung pada kredit konsumtif,” ujar Indra.
Rapat ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta jajaran Komisaris dan pimpinan cabang Bank Lampung se-Provinsi Lampung.
Post a Comment