METRO, 12 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur secara resmi memperluas jangkauan layanan keuangan syariah melalui peresmian Kantor Cabang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Timur di Kota Metro, Rabu (7/1). Peresmian ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemandirian ekonomi daerah.
Ekspansi ini dilakukan setelah BPRS Lampung Timur dinyatakan lulus evaluasi kesehatan perbankan dan mendapat pengawasan ketat serta lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Transformasi Menuju Pembiayaan Produktif
Dalam arahannya, Bupati Ela menekankan bahwa BPRS harus bertransformasi dan tidak hanya bergantung pada ceruk pasar kredit konsumtif atau ASN.
Fokus UMKM: Bupati mendorong BPRS untuk meningkatkan porsi pembiayaan produktif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) guna memicu produktivitas masyarakat.
Kemandirian Ekonomi: Penguatan lembaga pembiayaan daerah dianggap sebagai solusi agar pembangunan tidak hanya terpaku pada keterbatasan APBD.
Peningkatan Kualitas Hidup: Inovasi pembiayaan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh, mencakup sandang, pangan, hingga papan.
“Ekspansi ini bukan sekadar membuka kantor baru, tetapi merupakan langkah strategis untuk mendorong BPRS Lampung Timur naik kelas dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati Ela.
Legitimasi dan Kepercayaan OJK
Direktur Utama PT BPRS Lampung Timur, Toni, menjelaskan bahwa pembukaan cabang di Kota Metro merupakan bukti kepercayaan regulator (OJK) terhadap perbaikan kinerja internal bank.
Kesehatan Bank: Adanya peningkatan signifikan dalam rasio kesehatan bank dan penyelesaian evaluasi internal.
Layanan Inklusif: Berkomitmen menghadirkan pembiayaan syariah yang mudah diakses dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Target Ekspansi: Setelah Metro, BPRS Lampung Timur membidik wilayah potensial lain di Provinsi Lampung untuk memperluas jangkauan operasionalnya.
Strategi Menghadapi Wilayah Luas
Dengan wilayah Lampung Timur yang luas dan populasi penduduk yang besar, kehadiran kantor cabang di kota tetangga (Metro) diharapkan menjadi hub strategis untuk mempermudah akses transaksi bagi nasabah yang berdomisili di perbatasan. BPRS Lampung Timur kini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang mampu memberikan dampak ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
Analisis Konteks: Langkah ekspansi ke Kota Metro menunjukkan keberanian BPRS Lampung Timur untuk berkompetisi di luar wilayah administrasi asalnya. Peringatan Bupati mengenai "ketergantungan APBD" mengindikasikan bahwa Pemkab Lampung Timur ingin BPRS berperan sebagai lembaga intermediasi yang efektif dalam memutar modal di masyarakat. Fokus pada sektor produktif sangat krusial di tahun 2026 ini untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat Lampung Timur di tengah fluktuasi ekonomi nasional.
Post a Comment