Bidik PAD Rp4,02 Triliun di 2026, Pemprov Lampung Andalkan Pajak Kendaraan Bermotor sebagai Tulang Punggung

 



BANDAR LAMPUNG, 9 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp4,025 Triliun. Sektor pajak kendaraan bermotor kembali menjadi motor utama dalam mendongkrak pundi-pundi keuangan daerah Bumi Andan Jejama.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Slamet Riadi, mengungkapkan bahwa struktur target pendapatan ini telah disusun secara komprehensif berdasarkan potensi ekonomi daerah dan inovasi layanan digital.


Rincian Target PAD 2026

Target sebesar Rp4,02 triliun tersebut dipetakan ke dalam empat komponen sumber pendapatan utama:

Komponen PendapatanNilai Target (Rupiah)
Pajak DaerahRp3.231.083.331.000
Retribusi DaerahRp481.946.670.000
Hasil Pengelolaan Kekayaan DaerahRp202.001.691.000
Lain-lain PAD yang SahRp110.001.128.130

Pajak Kendaraan: Kontributor Terbesar

Slamet Riadi merinci bahwa dari total Pajak Daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diproyeksikan menyumbang Rp1,32 Triliun, disusul oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp800 Miliar dan Pajak Rokok sebesar Rp740 Miliar.

“Sektor pajak kendaraan bermotor masih menjadi tulang punggung pendapatan Pemerintah Provinsi Lampung,” tegas Slamet, Kamis (8/1).

Selain itu, Pemprov Lampung juga menyasar potensi baru seperti Pajak Alat Berat yang ditargetkan sebesar Rp2 Miliar dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) senilai Rp2,07 Miliar.

Strategi Digitalisasi dan Perluasan Kanal

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Bapenda Lampung meluncurkan berbagai strategi akselerasi yang berfokus pada kemudahan wajib pajak:

  1. Transformasi Digital: Optimalisasi aplikasi e-Salam dan SIGNA Samdes untuk pembayaran non-tunai.

  2. Layanan Drive Thru: Memperkuat layanan Samsat Digital Drive Thru untuk pengesahan STNK tahunan yang lebih cepat.

  3. Kemitraan Luas: Ekspansi kanal pembayaran melalui Indomaret, Alfamart, e-commerce, Kantor Pos, hingga pemberdayaan BUMDes.

  4. Pendekatan Sosial: Melibatkan influencer dan media sosial guna meningkatkan kesadaran pajak di kalangan generasi muda dan masyarakat luas.

Pemanfaatan PAD untuk Pembangunan

Pencapaian target PAD ini sangat krusial karena akan dialokasikan kembali untuk membiayai berbagai program prioritas daerah, termasuk perbaikan infrastruktur jalan, layanan kesehatan, serta pendidikan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.


Analisis Konteks:

Penetapan target yang menyentuh angka Rp4 triliun menunjukkan optimisme Pemprov Lampung terhadap pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatra. Penggunaan influencer dan optimalisasi BUMDes menandai pergeseran strategi Bapenda dari pendekatan birokratis konvensional menuju pendekatan yang lebih merakyat dan berbasis teknologi.

Post a Comment

Previous Post Next Post