Kaleidoskop 2025: Lampung Bangun 500 Unit Pusat Pupuk Organik Cair, Tekan Ketergantungan Kimia Hingga 30%



BANDAR LAMPUNG, 31 Desember 2025 – Belum genap satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Pemerintah Provinsi Lampung telah mencatatkan lompatan besar di sektor pertanian. Melalui program unggulan Desa Kumaju, sebanyak 500 unit pusat produksi pupuk organik cair telah dibangun di berbagai desa di seluruh Lampung sepanjang tahun 2025.

Capaian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Mirza dalam kegiatan Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung 2025 yang digelar di Mahan Agung, Minggu (28/12/2025).


Transformasi Pertanian Melalui Pupuk Organik

Pembangunan 500 unit pusat produksi ini ditujukan untuk menciptakan kedaulatan pangan dan mengurangi beban biaya produksi petani. Dampak dari program ini sangat signifikan:

  • Jangkauan: Menyentuh lebih dari 190.000 petani dengan luas lahan mencapai 175.788 hektar.

  • Dampak Sosial: Memberikan manfaat kepada sekitar 477.000 jiwa.

  • Efisiensi: Berhasil menekan ketergantungan pada pupuk kimia hingga 30 persen.

  • Produktivitas: Angka produksi pertanian tercatat meningkat sebesar 25 persen.

Penguatan Hilirisasi: Bed Dryer di 34 Desa

Selain pada sisi input (pupuk), Gubernur Mirza juga memfokuskan perhatian pada pasca-panen melalui pembangunan 34 unit bed dryer (mesin pengering) yang tersebar di 34 desa. Langkah ini krusial untuk menjaga kualitas komoditas unggulan Lampung:

  • Kapasitas: Setiap unit mampu mengeringkan hingga 200 ton padi dan 300 ton singkong per bulan.

  • Reduksi Kerugian: Menekan kehilangan hasil panen (losses) hingga 7 persen.

Visi Desa Kumaju: Mandiri dan Berdaulat

Gubernur Mirza menegaskan bahwa program Desa Kumaju bukan sekadar bantuan infrastruktur fisik, melainkan upaya mengubah cara berpikir masyarakat desa agar lebih inovatif dan mandiri. Fokus program ini mencakup seluruh potensi lokal, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata dan UMKM.

”Program ini bertujuan membangkitkan cara berpikir inovatif masyarakat desa agar mandiri dan berdaulat. Kita ingin nilai tambah dari setiap hasil bumi dinikmati langsung oleh warga desa,” tegas Gubernur Mirza.

Dengan realisasi 500 unit pabrik pupuk organik cair dan puluhan unit pengering, Lampung kini berada pada jalur yang kuat dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa yang berkelanjutan.

Post a Comment

Previous Post Next Post