Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi: Guru SMA Siger Akhirnya Digaji Hanya Rp25 Ribu Per Jam, Dibawah Janji Awal dan Tak Ada Uang Transport

 

Bandar Lampung, 4 Desember 2025 – Konflik internal terkait operasional SMA Siger, sekolah yang didirikan atas inisiasi Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan kini di bawah Yayasan Siger Prakarsa Bunda, semakin memanas. Puluhan guru dan staf SMA Siger mengaku kecewa berat setelah menerima gaji yang jauh di bawah janji awal dan hanya dibayarkan untuk sebagian periode kerja.

Gaji Guru: Rp25 Ribu Per Jam, Hilangnya Gaji Dua Bulan

Seorang guru SMA Siger mengungkapkan bahwa honor yang diterima adalah Rp25 ribu per jam pelajaran, padahal janji awal dari pimpinan yayasan (Khaidarmansyah dan Eka Afriana) adalah Rp50 ribu per jam.

Lebih lanjut, gaji yang dibayarkan tersebut hanya mencakup periode September hingga Desember 2025.

"Kerja kami sebagai guru di bulan Juli dan Agustus sama sekali tidak dihitung. Begitu juga janji akan diberi uang transport, faktanya zonk. Pinter janji doang mereka itu," tutur seorang guru SMA Siger, Kamis (4/12/2025).

Nasib Staf Administrasi Jauh dari Janji

Kekecewaan juga dirasakan oleh belasan staf administrasi. Mereka hanya menerima gaji sebesar Rp500 ribu per bulan, padahal janji awal yang diberikan adalah Rp2 juta per bulan. Sama seperti guru, gaji staf hanya dihitung dari September hingga Desember, sementara keringat mereka di bulan Juli dan Agustus tidak dihargai.

"Cuma dihitung dari September aja. Itu pun Rp500 ribu sebulan. Dulu janjinya Rp2 juta perbulan," kata salah seorang tenaga administrasi yang mengaku terbuai janji manis pihak yayasan.

Ancaman Berhenti Berjamaah Awal 2026

Akibat perlakuan yang dianggap tidak manusiawi ini, beberapa guru dan staf mengaku akan berhenti bekerja di Yayasan Siger Prakarsa Bunda pada awal tahun 2026.

"Awal Januari 2026 kami berhenti berjamaah dari SMA Siger. Kami kecewa berat. Ngomongnya aja yang hebat, faktanya kami menerima perlakuan tidak manusiawi," kata seorang staf.

Guru yang dimintai keterangan juga menyampaikan apresiasi kepada media atas peranannya. "Kalau urusan gaji kami yang nggak dibayar-bayar itu nggak viral, sampai sekarang pasti kami belum digaji," ujarnya sambil berharap masa depan 100 siswa SMA Siger yang belum berizin dapat diselamatkan.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Yayasan Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah, tidak merespon permintaan klarifikasi.

Post a Comment

Previous Post Next Post