Konflik Internal PBNU Memanas: Ketua Umum Gus Yahya Tolak Keputusan Pemecatan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar

Jakarta, 27 November 2025 – Konflik internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menolak keras surat keputusan pemecatan yang dikeluarkan oleh Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar.

Penolakan ini memicu sorotan ironis terhadap pernyataan lama Gus Yahya yang sempat menekankan ketaatan dan penghormatan absolut terhadap Rais Aam sebagai puncak otoritas spiritual dan administratif NU.

Kontradiksi Pernyataan Lama

Dalam sebuah rekaman video lama yang viral kembali, Gus Yahya secara eksplisit menyatakan bahwa Rais Aam adalah figur tak terpisahkan dari esensi keorganisasian NU, dan segala bentuk penghinaan terhadapnya sama dengan menyakiti jati diri gerakan keagamaan tersebut.

Konteks pernyataan lama ini kini dipertanyakan mengingat penolakan Gus Yahya terhadap keputusan pemecatan yang dikeluarkan oleh Rais Aam, dengan alasan legitimasi kepemimpinannya berasal dari hasil Muktamar sebelumnya yang memilihnya secara demokratis.

Pemicu Pemecatan dan Langkah Gus Yahya

Salah satu pemicu utama ketegangan dan keputusan pemecatan yang dikeluarkan Rais Aam dilaporkan adalah tindakan Gus Yahya yang mengundang figur terkait dengan jaringan internasional pro-Zionis untuk menjadi pembicara dalam program kepemimpinan nasional NU.

Dokumen rapat Syuriyah diduga menyatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan landasan dasar organisasi, termasuk muqaddimah qanun asasi yang menekankan kesetiaan pada nilai-nilai keagamaan tradisional Ahlussunnah wal Jamaah.

Menyikapi ketegangan ini, Gus Yahya mengklaim telah mengirimkan pesan kepada Rais Aam pada Jumat lalu untuk meminta audiensi langsung guna membahas isu yang muncul dari rapat Syuriyah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Rais Aam Miftachul Akhyar. Gus Yahya menyatakan akan terus berupaya memfasilitasi pertemuan untuk meredam eskalasi di tingkat pengurus pusat.

Post a Comment

Previous Post Next Post