Lampung Selatan, 27 November 2025 – Menjelang pembukaan Tabligh Akbar "Indonesia Berdoa" di Kota Baru, Lampung Selatan, pada 28 November 2025, sejumlah kisah perjalanan panjang jemaah menjadi sorotan, menunjukkan tingginya antusiasme peserta dari berbagai penjuru, domestik maupun mancanegara.
Salah satunya adalah kisah Abdul Khadir Taba dari Palu, Sulawesi Tengah, yang menempuh perjalanan darat dan laut hampir empat bulan untuk tiba di Lampung.
“Dari Kota Palu saya memulai perjalanan dengan berjalan kaki. Lanjut menumpang kapal dua hari dua malam ke Surabaya. Dari Surabaya naik kereta sampai Jakarta, lalu perjalanan berlanjut ke Pekanbaru dan Medan, lalu kembali turun menuju Lampung. Totalnya kurang lebih empat bulan berjalan kaki,” ungkap Abdul Khadir, Kamis (27/11).
Ia mengaku telah bermalam di Kota Baru selama dua minggu. Abdul Khadir memandang perjalanan panjangnya sebagai bentuk pengorbanan diri. "Acara ini semoga menjadi jalan bagi kita semua untuk berserah diri dan berdoa bersama,” katanya.
Rombongan Malaysia Tempuh Perjalanan Lintas Pulau
Kisah serupa datang dari peserta mancanegara. Kholil, yang datang bersama rombongan enam orang dari Malaysia, juga menempuh perjalanan berbulan-bulan meskipun menggunakan moda transportasi yang berbeda.
Kholil dan rombongan tiba di Jakarta menggunakan pesawat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi dan menetap di sana selama satu bulan.
“Setelah itu baru kami menuju Lampung dengan bus. Ini pertama kali saya ke Indonesia, dan sangat bagus,” ujar Kholil.
Kholil berharap kegiatan "Indonesia Berdoa" ini menjadi momentum perubahan bagi umat Islam. "Harapannya semua orang Indonesia boleh hadir dan moga-moga acara ini membawa perubahan yang baik untuk umat,” pungkasnya.
Antusiasme dan pengorbanan jemaah ini menegaskan makna spiritual yang mendalam dari Tabligh Akbar berskala internasional tersebut.

Post a Comment