Dugaan Minimnya Transparansi Dana BOS Jadi Pemicu, Komite dan Dewan Guru SDN 1 Tanjung Heran Desak Pergantian Kepala Sekolah

 

TANGGAMUS, 16 November 2025Kekisruhan internal di SDN 1 Tanjung Heran, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kian memanas. Sejumlah wali murid, komite, hingga dewan guru menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) Buyung Kaurani, dengan sorotan utama pada dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dana BOS Gelap, Rehab Sekolah Dibiayai Swadaya Komite

Guru dan wali murid mengaku tidak pernah mengetahui berapa total Dana BOS yang diterima sekolah setiap tahunnya, apalagi rincian penggunaannya.

“Selama ini kami nggak pernah tahu, Bang, berapa total Dana BOS pertahun yang diterima sekolah, apalagi peruntukannya. Semua yang atur Buyung,” ungkap salah satu dewan guru.

Ketua Komite SDN 1 Tanjung Heran, Aris, membantah keras klaim Kepsek yang menyebut komite terlibat. Aris bahkan menegaskan bahwa hampir seluruh rehab ringan sekolah justru dibiayai secara swadaya melalui iuran komite dari wali murid, bukan dari dana resmi sekolah.

"Selama ini saya sebagai komite tidak pernah diberi tahu total Dana BOS yang diterima sekolah... Kalau dibilang komite dilibatkan dalam pengelolaan Dana BOS, itu nggak benar," tegas Aris.

Dugaan Manipulasi Absensi dan Kebijakan Pelit

Selain isu Dana BOS, keluhan lain muncul terkait kebijakan Kepsek yang dinilai merugikan kualitas pendidikan dan etika profesional:

  • Manipulasi Absensi: Sumber internal mengungkap adanya guru PNS yang berbulan-bulan tidak masuk sekolah, namun daftar hadirnya terlihat selalu diisi, dan diduga diparaf untuk kepentingan pribadi Kepsek.

  • Minimnya Anggaran Kegiatan: Kepala sekolah disebut enggan mengirim perwakilan guru mengikuti kegiatan resmi tingkat kabupaten, dikeluhkan karena "takut keluar anggaran."

  • Kebutuhan Dasar Sulit: Guru mengaku harus meminta berkali-kali hanya untuk kebutuhan dasar operasional seperti Alat Tulis Kantor (ATK) hingga air minum galon.

Saat ditemui media pada Jumat (13/11/25), Buyung Kaurani membantah seluruh tuduhan. Ia mengklaim pembelanjaan Dana BOS diketahui bendahara, komite, dan guru, meskipun ia membenarkan bahwa transparansi tidak ditempel di dinding. Terkait absensi guru yang mangkir, ia membantah memparafnya, dengan dalih "Bisa jadi dia sendiri yang menandatangani."

Post a Comment

Previous Post Next Post