Skandal Cinta Kadis Kominfo (Bagian Kedua)






Pelataran Parkir Kantor Gubernur Provinsi Lontong hampir penuh sesak dengan kendaraan PNS, meski cuaca mendung dan sedikit gerimis tak menyurutkan semangat para abdi Negara untuk menjalankan tugas. Kendati belum mengerjakan sesuatu, minimal mengisi absen kehadiran.

Tak terkecuali Dek Yanti, Janda beranak satu yang sudah belasan tahun berdagang di dekat Kantor Gubernur justru lebih pagi menyiapkan sejumlah penganan. Mulai dari nasi uduk, Pop Mie sampai dengan kopi sachetan.

“Kemana aja berapa minggu ini Din, kok tumben tidak pernah ngopi disini. Apa sudah ada langganan baru di sekitar sini,”tegur Dek Yanti.

“Dari keliling daerah, memastikan apakah infrastruktur jalan sudah mantap, serta melihat perkembangan petani apakah sudah semakin sejahtera. Kan Dek Yanti tahu kalau Gubernur Arjun Gemoy punya program Kartu Petani Bergaya yang digadang-gadang mampu mengatasi masalah bibit, pupuk dan segala persoalan tentang petani,”jawab Din Bacut.

“Gayamu Din kayak LSM Karbitan aja, terus hasilnya Apa?.

“Nah ini menarik, sejak kapan Dek Yanti jadi sekepo ini, mau tahu aja apa mau tahu banget neh.

“paling-paling hasil investigasi kamu itu hasilnya tidak banyak berubah, mungkin ada perubahan tapi saya yakin kurang signifikan pastinya. Lah kalau soal Kartu Petani Bergaya yang saya dengar dari Pak Kusmadi itu masih tahap sosialisasi sampai sekarang. Belum lagi dengan banyaknya keluhan warga terkait aplikasinya di playstore Din,”balas Dek Yanti.

“Ada yang lebih seru Din, ini soal cinta terlarang Plt Kadis Kominfo Mamad Saiduloh dengan Kabid di Dinas Kependudukan Sipil Rindiyani Sustina,”timpal Manto Botak, salah satu pewarta langganan pencatat kitab suci Kedai Dek Yanti.

“Wah saya ketinggalan informasi rupanya, setahu saya Pak Mamad itu kan Kadis di Dinas Kependudukan sipil dan Rindiyani itu alumni IPADEN, sekolah kedinasan yang ada di Provinsi Seberang kalau tidak salah di daerah Pastibangor perbatasan dengan daerah penghasil tahu yang terkenal itu kalau tidak salah Tahu Sun Endang”sergah Din Bacut.

“Benar Din, Pak Mamad kan sekarang jadi Plt Kadis Kominfo menggantikan Pak Banjar Jatirono, dua jabatan sekaligus Din mantab kan Pak Mamad sampai segitunya diberi kepercayaan sama Pak Gubernur. Cuma sayangnya Pejabat pilihan Pak Arjun Gemoy justru pejabat mesum,”balas Riman Kiting.

Mamad Saiduloh termasuk pejabat yang pintar menempatkan diri,sambung Rustam Kampay. Saat zaman Gubernur Rando Mikado, mantan Tentara yang lama bertugas di bidang intel ini menjabat sebagai kepala satuan Momong Praja.

Meski estafet kepemimpinan berganti ke Gubernur Arjun Gemoy, namun Mamad tetap diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kepala Dinas di Kependudukan Sipil.

Tapi kepercayaan Gubernur Arjun justru disalahgunakan, moral Mamad sebagai pejabat mesum tentunya sangat bertolak belakang dengan Gubernur Arjun yang sangat religius. Meski Istri Mamad telah mengetahui hubungan terlarang ini bahkan sampai meminta cerai, namun tetap saja diam-diam menjalin hubungan dengan Rindiyani.

Memang kalau dilihat dari fisik dan umur, istri Mamad yang juga perwira menengah di Polda Lontong kalah jauh bahkan kalah sintal dengan bodi Rindiyani yang semlohoy meski telah bersuami pejabat di Kabupaten Lontong Tengah.

“Mamad ibarat politisi ulung dan pandai mengambil hati atasan. Rindiyani saja bisa klepek-klepek dengan gombalan Mamad. Hubungan terlarang ini memang sudah sejak lama Din, saat keduanya masih sama-sama di Kantor satuan Momong Praja. Rindiyani sebelumnya di Badan Kepegawaian setelah itu wanita cantik dari kabupaten Waikan ini pindah ke kantor Satuan Momong Praja,”beber Rustam.

“Kalau sudah sampai selama itu apa iya tidak ketahuan dengan suami Rindiyani,”tanya Pewarta lainnya, Darwin Rungkat.

“Coba teruskan dulu ceritanya Rustam jangan dipotong, biar enak sambil pada ngopi biar saya buatin. Tapi ingat ya pas pencairan semua catatan di kitab suci harus lunas,! sindir Dek Yanti.

Dari hasil investigasi saya, ucap Rustam Kampay yang memang dikenal pewarta paling sok tahu. Pegawai yang ada di Dinas Kependudkan Sipil sudah sangat kesal dengan ulah mereka berdua. Bahkan Mamad dan Rindiyani pernah didatangi Inspektur dari Provinsi Lontong karena adanya aduan surat kaleng ke kantor Inspektur dan isinya mengenai hubungan terlarang mereka berdua serta otoriternya Mamad dalam hal pengelolaan anggaran di dinas Kependudukan Sipil.

“Bukan hanya bawahan Mamad di Dinas Kependudukan Sipil yang jengah dengan ulah mesum keduanya, staf yang ada di Kominfo pun mulai muak dengan hubungan atasan mereka. Beberapa kali Mamad dan Rindiyani saat dinas luar berada di hotel yang sama meski dalam urusan yang berbeda. Bahkan pernah satu kali Rindiyani menginap di hotel yang sama dengan Mamad meski Rindiyani bersama suaminya apa ini kebetulan, oh tentu tidak Ferguso. Pasti menginap di hotel yang sama sudah menjadi rencana mereka berdua,”beber Rustam.

Kamu sampai sedetil itu dapat informasi darimana Rustam,”tanya Manto Botak.

“Waduh kamu ini Manto, ngakunya wartawan tapi lemah di investigasi,”cetus Darwin Rungkat.

Dua staf di Kominfo tambah Rustam pernah diajak Kadis Mamad untuk dinas luar ke kota Kajarta. Dan saat itulah dua staf melihat ada Rindiyani di hotel yang sama dan kedua staf akhirnya diperintahkan oleh Mamad untuk kembali pulang ke Provinsi Lontong dan Mamad tetap tinggal di hotel bersama Rindiyani.

Sepertinya kedua staf hanya dijadikan tameng agar benar-benar terlihat oleh istri Mamad jika Ia tengah bertugas keluar kota dan rencana menginap di hotel bersama Rindiyani berjalan sesuai rencana.

“Kalau memang urusannya untuk di dinas Kominfo kenapa harus ada Rindiyani di hotel yang sama apakah ini juga kebetulan, oh tentu tidak Ferguso,”timpal Dek Yanti menirukan ucapan Rustam Kampay.

“Kalau memang sudah bertahun-tahun masa iya Sekda Rijal Darmino tdak mengetahui. Paling tidak kan Sekda bisa menegur perilaku mesum si Mamad. Setahu saya Rijal Darmino juga kurang begitu suka dengan si Mamad ini,”ujar Din Bacut.

“Masuk Akal Din, masa iya sekelasnya Sekda yang senyumnya mahal itu tidak tahu. Apa Rijal Darmino takut untuk menegur si Mamad,”timpal Darwin Rungkat.

“Slow kawan-kawan untuk hari ini ceritanya kita pending dulu. Kalau soal Sekda tahu apa tidak itu tugas kalian juga untuk mencari tahu. Nanti bukan hanya hubungan Mamad dan Rindyani yang kita kupas, soal anggaran di dinas Kominfo juga akan saya bongkar.Karena hari sudah siang, perghibahan kita cukupkan sampai disini. Seperti biasa ya Dek Yanti, Kopi, rokok, nasi uduk masuk dalam kitab suci. Abang Rustam mau liputan dulu,”balas Rustam Kampay.(Bersambung)

Post a Comment

Previous Post Next Post