Inspektorat Masih Bungkam Soal Kabar Pemeriksaan DAK Fisik Disdikbud Pesibar

 


Pesisir Barat - Hingga Senin ( 06/11) Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat belum juga membuka suara terkait kabar pemeriksaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bermasalah tahun 2023 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat yang diindikasikan merugikan negara dengan jumlah yang cukup fantastis.

Pada pukul 14:00 WIB Inspektur Inspektorat Pesibar Henry Dunan saat dikunjungi dikantornya sedang tidak berada ditempat, begitu pula saat disambangi di ruang Asisten III Sekretariat Pemkab yang mana jabatan Pelaksana Tugas (Plt) diemban olehnya. Asisten Pribadi (Aspri) Asisten III mengatakan bahwa Henry sedang beristirahat.

Kemudian ketika dihubungi melalui WhatsApp untuk dimintai keterangan, Henry Dunan mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) untuk diwawancarai.

"Temuin Ade Irbansus. Saya sudah pulang, kurang sehat," katanya.

Namun Irbansus ketika dihubungi tidak memberikan respon.

Masih belum diketahui motif pihak Inspektorat yang terkesan menghindari wartawan untuk dikonfirmasi lebih detail mengenai pemeriksaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bermasalah tahun 2023 di Disdikbud Pesibar, akibat hal ini Inspektorat terkesan menutup-nutupi permasalahan tersebut agar tidak diketahui oleh publik.

Sebelumnya diberitakan Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat hingga kini dikabarkan sedang memeriksa sebagian besar pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bermasalah tahun 2023 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Menurut sumber media ini, potensi kerugian negara yang diperiksa oleh Inspektorat itu cukup besar. Pekerjaan bermasalah tersebut kata sumber tersebar di berbagai sekolah yang ada di Pesisir Barat.

"(Pemeriksaan itu) Terkait dana DAK, pembangunan gak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya)," kata sumber saat memberikan keterangan pada Kamis (02/11).

Namun ketika ditanya lebih detail mengenai berapa besaran kerugian yang disebabkan oleh pekerjaan-pekerjaan DAK bermasalah itu, sumber belum bisa menjawabnya, namun ia memastikan bahwa temuan itu membuat kerugian negara yang cukup besar.

Sedangkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Sunandarsyah ketika dikonfirmasi mengenai apa saja yang diperiksa oleh Inspektorat, dan berapa jumlah pekerjaan dan kerugian negara yang disebabkan pekerjaan-pekerjaan bermasalah itu, Sunandarsyah menjawab singkat bahwa ia tak dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut.

"Mohon maaf gabisa komen," tulisnya di WhatsApp dengan emoji meminta maaf.

Dipihak Inspektorat, Inspektur Henry Dunan masih belum memberikan respon, dan meminta untuk bertemu pada hari Senin (06/11) mendatang. (Andrean/AKJII)

Post a Comment

Previous Post Next Post