Inovasi Pakan Mandiri Hemat 50 Persen Biaya, Gubernur Mirza Dorong Pokdakan Lamsel Jadi Percontohan

 


LAMPUNG SELATAN — Pemanfaatan bahan baku lokal sebagai formulasi pakan ikan secara mandiri terbukti efektif menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan pembudidaya ikan di Provinsi Lampung. Inovasi yang dikembangkan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil memangkas pengeluaran pakan hingga 50 persen dibandingkan penggunaan pakan pabrikan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi tinggi atas terobosan tersebut saat menghadiri kegiatan Panen Raya Ikan Patin bersama Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026).

Gubernur menjelaskan bahwa tingginya harga pakan pabrikan selama ini menjadi tantangan utama yang menekan angka Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin yang dikombinasikan dengan Pupuk Organik Cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan berkualitas seharga Rp5.000 per kilogram—jauh lebih murah ketimbang pakan pabrikan yang mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

"Bapak-bapak bisa mengambil jagung sendiri, memadukannya sendiri dengan POC, dipanen sendiri, sehingga harganya jauh lebih baik dan untungnya lebih banyak. Yang terpenting adalah kreativitas untuk bangkit dan mandiri," ujar Gubernur Mirza di Lampung Selatan.

Efisiensi biaya tersebut berpotensi menghasilkan panen hingga 18,7 ton per kolam dengan proyeksi keuntungan bersih mencapai Rp10.000 per kilogram ikan patin. Atas keberhasilan ini, Gubernur memerintahkan dinas terkait menjadikan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari sebagai pusat percontohan dan edukasi pembuatan pakan mandiri bagi seluruh pembudidaya ikan di Kabupaten Lampung Selatan.

Selain mendorong efisiensi hulu, Pemprov Lampung bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga memperluas rantai pasok hilir melalui pembukaan akses kemitraan langsung dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan menjamin kepastian penyerapkan hasil panen perikanan lokal secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi keaktifan masyarakat dalam mengoptimalkan keterbatasan lahan menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif sejak tahun 2019. Bupati Egi juga mendorong percepatan hilirisasi produk perikanan, seperti pengolahan fillet dan pemanfaatan cold storage, guna memberikan nilai tambah (added value) bagi komoditas ikan lokal.

Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Gubernur dan Bupati yang telah merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Kota Baru, sehingga memperlancar distribusi logistik usaha perikanan. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan penanganan stunting, Pokdakan yang beranggotakan 10 orang tersebut turut menyalurkan bantuan paket ikan segar kepada balita, ibu hamil, dan anak yatim di lingkungan sekitar.

Post a Comment

Previous Post Next Post