Erupsi Gunung Anak Krakatau Papar 6 Wilayah, Pemprov Lampung Imbau Warga Tetap Tenang dan Gunakan Masker

 



BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menyusul laporan sebaran hujan abu vulkanik di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah yang teridentifikasi mengalami paparan abu vulkanik tersebut meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, hingga Kabupaten Pesisir Barat.

Berdasarkan konfirmasi dari Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak panik karena saat ini tidak terdapat potensi tsunami. Hal ini didasari kondisi fisik Gunung Anak Krakatau yang saat ini memiliki ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl)—jauh lebih rendah dibanding saat erupsi memicu tsunami pada 2018 lalu yang mencapai ketinggian sekitar 390 mdpl.

Pemprov Lampung memastikan koordinasi antar-instansi lintas sektor terus berjalan guna memantau dinamika di lapangan serta memastikan pasokan informasi resmi sampai ke masyarakat.

Langkah Antisipasi Kesehatan dan Mitigasi Rumah Tangga

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Johan Lius, mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk disiplin menjaga kesehatan serta melakukan tindakan perlindungan diri secara mandiri, terutama mengantisipasi gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi mata.

"Yang paling penting masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan. Jika abu vulkanik terpantau di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai," terang dr. Johan Lius.

Ia menambahkan, abu vulkanik yang masuk ke dalam hunian dapat diantisipasi dengan menutup pintu, jendela, dan ventilasi secara berkala. Pembersihan permukaan benda yang terpapar abu juga disarankan menggunakan media air atau kain basah untuk mencegah partikel abu beterbangan kembali dan terhirup.

Fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di tingkat kabupaten/kota juga telah diinstruksikan untuk siaga memberikan penanganan medis awal bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat dampak abu vulkanik.



Imbauan Menyaring Informasi Resmi

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan agar masyarakat menyaring informasi dan hanya memercayai rilis data resmi dari otoritas teknis seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, BMKG, serta BPBD.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai arah sebaran abu maupun perkembangan aktivitas gunung api," tegas Ganjar.

Saat ini, BPBD Provinsi Lampung bersama Pusdalops PB terus melakukan pemantauan berkala di lapangan guna memastikan penanganan dampak erupsi berjalan terukur dan keselamatan masyarakat tetap terjamin.

Post a Comment

Previous Post Next Post