Hadiri Haul KH. Abdullah Sayuti, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Tegaskan Pesantren Sebagai Mitra Strategis Pembangunan


PRINGSEWU — Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menekankan pentingnya peran strategis pondok pesantren dalam mendukung arah pembangunan daerah, khususnya pada aspek pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Haul KH. Abdullah Sayuti di Pondok Pesantren Nurul Huda, Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Sabtu (29/8/2026) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Riyanto menilai keberadaan lembaga pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan formal semata, melainkan menjadi pilar utama pembentuk karakter dan moral generasi penerus. Oleh karena itu, sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, jajaran ulama, tokoh agama, dan institusi pesantren menjadi kunci utama suksesnya pembangunan Kabupaten Pringsewu.

Pengajian akbar tersebut menghadirkan penceramah Al-Mukarom KH. Achmad Yazid Bustomi, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah Al-Hasani dari Pasuruan, Jawa Timur. Agenda ini turut dihadiri jajaran Pemkab Pringsewu, DPRD, unsur Forkopimda, penasihat Majelis Kemakmuran Nurul Huda KH. M. Shohib, serta keluarga besar Ponpes Nurul Huda.

Meneladani Perjuangan Ulama dan Menjaga Visi Pringsewu Makmur

Bupati Riyanto menyampaikan bahwa momentum peringatan haul merupakan ajang untuk mengenang sekaligus meneladani pengabdian almarhum KH. Abdullah Sayuti yang semasa hidupnya konsisten mendidik umat dan mencetak generasi Qurani.

"Dalam konteks meneladani perjuangan para ulama, kita tentu tidak bisa melepaskan diri dari sumber keteladanan yang utama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Semangat keteladanan Rasulullah SAW dan perjuangan para ulama tersebut menjadi fondasi utama dan energi bagi Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam melangkah maju," ujarnya.

Lebih lanjut, Riyanto menjelaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal visi Pringsewu Makmur—yakni Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius. Visi ini diterjemahkan lewat penguatan ekonomi warga, penciptaan lingkungan kondusif, harmoni sosial, hingga pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan teknologi.

Pembangunan Manusia Sebagai Prioritas Utama

Bupati Pringsewu mengajak seluruh ulama dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari kualitas moral dan keberagaman masyarakatnya.

"Membangun daerah bukan hanya membangun jalan, jembatan, dan gedung, jauh lebih penting adalah membangun manusianya, karena daerah yang maju bukan hanya daerah yang tinggi pertumbuhan ekonominya, tetapi juga daerah yang masyarakatnya beriman, berilmu, berakhlak, dan saling menghormati. Dan, pesantren adalah mitra strategis bagi mewujudkan cita-cita tersebut," pungkasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post