Bantah Isu Pasir Laut, DPR RI dan Kontraktor Pastikan Proyek Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi



PESISIR BARAT — Kontraktor pelaksana pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, membantah keras tudingan yang menyebut proyek dari APBN 2026 melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung tersebut menggunakan pasir laut dan besi yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Penanggung Jawab Pelaksana Teknis PT Bumi Palapa Perkasa, M. Heru Saputra, mengklarifikasi bahwa nilai kontrak proyek tersebut adalah Rp17 miliar (bukan Rp22 miliar seperti isu yang beredar). Seluruh material pasir didatangkan dari penambang resmi di Liwa, Kabupaten Lampung Barat, lengkap dengan sertifikat uji kelayakan.

"Seluruh material yang kami gunakan sesuai spesifikasi. Pasir yang digunakan bukan pasir laut, melainkan didatangkan dari Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Material tersebut berasal dari penambang resmi dan telah dilengkapi dokumen serta sertifikat uji kelayakan," tegas M. Heru Saputra, Kamis (6/8/2026).

DPR RI dan Pemkab Pesisir Barat Tinjau Langsung ke Lokasi

Sidak lapangan digelar menyusul maraknya informasi liar di media sosial. Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, turun langsung ke lokasi proyek didampingi Sekda Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, Dinas PU, perwakilan BBWS Mesuji Sekampung, serta tim pengawas teknis.

Usai memeriksa sampel material di lokasi fabrikasi kubus beton, Mukhlis mengonfirmasi bahwa material yang digunakan terbukti sesuai dengan standar Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Poin Utama Hasil Peninjauan Lapangan Komisi V DPR RI:

  • Kepastian Material: Pasir yang dipakai terbukti berasal dari kuari resmi Liwa, bukan dari pasir pantai/laut di sekitar lokasi.

  • Uji Laboratorium: Mukhlis meminta masyarakat atau pers untuk melakukan uji ilmiah/lab jika menemukan indikasi kecurangan, ketimbang berasumsi dari foto semata.

  • Progres Pekerjaan: Pembangunan pengaman pantai sepanjang 150 meter ini telah mencapai progres fisik 15 persen per awal Agustus 2026 dan ditargetkan selesai Desember 2026.

"Kami turun langsung bersama pemerintah daerah, pengawas, dan kontraktor. Setelah melihat langsung dan berdialog, pasir yang digunakan berasal dari penambang resmi, bukan pasir laut. Kalau ada dugaan penyimpangan, silakan diuji secara ilmiah di laboratorium," ujar Mukhlis Basri.

Perjuangan Anggaran & Target Efektivitas Penanganan Abrasi

Mukhlis menceritakan bahwa pengalokasian anggaran untuk menangani abrasi di Pesisir Barat membutuhkan perjuangan ekstra di tingkat pusat. Meskipun usulan awal sepanjang 450 meter harus disesuaikan menjadi 150 meter akibat efisiensi anggaran, ia berharap proyek penahan abrasi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ini dapat berlanjut pada tahap berikutnya.

Pengawasan ketat juga dilakukan oleh Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, yang menginstruksikan percepatan fabrikasi buis dan kubus beton guna mengantisipasi gelombang tinggi laut jelang akhir tahun.

Post a Comment

Previous Post Next Post