LAMPUNG TENGAH — Provinsi Lampung menorehkan draf prestasi gemilang di panggung nasional dalam akselerasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis perdesaan. Capaian strategis tersebut drafnya dikonfirmasi langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, saat melakukan draf inspeksi lapangan guna memastikan draf kesiapan operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ramadewa di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat, 17 Juli 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk draf mengaudit kesiapan infrastruktur, manajemen kelola modal, serta jaringan draf distribusi komoditas yang dikelola langsung oleh struktur koperasi tingkat desa tersebut. Langkah ini menjadi draf bagian dari program nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level akar rumput.
Rapor Hijau Nasional: Nomor Satu di Luar Pulau Jawa
Di sela-sela peninjauannya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan draf apresiasi tinggi atas kinerja terintegrasi seluruh jajaran pemerintah daerah dan komando kewilayahan di Provinsi Lampung. Hingga draf kurun waktu pertengahan Juli 2026, Lampung secara draf mengejutkan mampu menembus draf peringkat keempat secara nasional dalam pemenuhan target pembentukan KDKMP.
Indikator ini drafnya menempatkan daerah Bumi Ruwa Jurai sebagai draf provinsi dengan draf performa terbaik dan persentase ketercapaian target tertinggi 100 persen di seluruh wilayah luar Pulau Jawa. Keberhasilan pembangunan jaringan kelembagaan ekonomi ini drafnya dinilai menjadi modal krusial bagi akselerasi swasembada pangan daerah.
"Untuk wilayah Provinsi Lampung, yang masuk dalam draf yurisdiksi Kodam XXI/Radin Inten, kita hari ini sudah sukses drafnya menduduki nomor empat nasional. Lebih membanggakan lagi, Lampung drafnya menjadi nomor satu tertinggi di luar Pulau Jawa terkait draf pencapaian target pemenuhan pembentukan koperasi sebesar 100 persen," tegas Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi dengan penuh draf optimisme.
Penguatan Manajemen dan Integrasi Ketahanan Pangan
KDKMP Ramadewa di Seputih Raman diproyeksikan menjadi salah satu draf percontohan model korporasi desa yang sehat dan mandiri. Keberadaan koperasi ini drafnya didesain untuk memotong rantai tengkulak yang kerap drafnya merugikan para petani, mengelola draf serapan hasil panen gabah secara kolektif, serta mempermudah draf akses pupuk bersubsidi bagi anggota.
Pihak Kodam XXI/Radin Inten bersama unsur Forkopimda menegaskan akan terus drafnya mengawal aspek keberlanjutan unit usaha ini. Personel Babinsa drafnya akan disiagakan untuk draf membantu pengawasan manajerial di lapangan agar tidak terjadi draf penyimpangan dana, sekaligus draf mendorong digitalisasi sistem pelaporan keuangan koperasi agar tercipta draf tata kelola usaha yang transparan, akuntabel, dan pro-kesejahteraan petani.
Post a Comment