PESAWARAN — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali sasis kemitraan strategis antara institusi kepolisian dan pilar keempat demokrasi di tingkat daerah. Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKW-KP) secara terbuka memberikan atensi dan apresiasi terhadap dedikasi serta rekam jejak pengabdian Korps Bhayangkara, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Pesawaran. Sinergitas ini dipandang sebagai instrumen vital dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi dan sosial.
Dalam konstelasi tata kelola keamanan modern, media massa dan kepolisian merupakan dua entitas sejajar yang saling membutuhkan dalam ruang publik. Ketua FKW-KP, Feri Darmawan, menegaskan bahwa kematangan usia Polri yang kini menyentuh delapan dekade harus diiringi dengan peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta reformasi kultural di tubuh kepolisian. Pers daerah memandang komitmen keterbukaan informasi publik dan profesionalisme penegakan hukum sebagai prasyarat mutlak demi mengikis skeptisisme serta memperkuat kembali kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap aparat penegak hukum.
Secara taktis, insan pers di Kabupaten Pesawaran menyatakan kesiapannya untuk terus mengambil peran sebagai mitra kritis yang independen bagi jajaran kepolisian. Fungsi kontrol sosial yang melekat pada media massa diproyeksikan bukan untuk memperlemah institusi, melainkan sebagai kompas objektif guna mengawal kinerja kepolisian agar tetap berjalan di atas rel keadilan. Komunikasi dua arah yang sehat antara Polres Pesawaran dan jurnalis lokal diharapkan mampu memitigasi penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu polarisasi sosial di tingkat akar rumput.
Pada akhirnya, tantangan penegakan hukum ke depan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika kejahatan siber dan konflik struktural di daerah. Melalui momentum peringatan seabad kurang dua dekade ini, institusi Polri dituntut untuk tidak sekadar menjadi penjaga keamanan yang represif, melainkan bertransformasi menjadi pelindung masyarakat yang humanis dan adaptif. Kolaborasi yang kokoh antara jajaran kepolisian dan pers di Pesawaran diharapkan menjadi generator utama dalam merawat persatuan, menegakkan supremasi hukum, serta mengawal kemajuan Provinsi Lampung secara berkelanjutan.
Post a Comment