METRO — Komando Resor Militer (Korem) 043/Garuda Hitam mengambil langkah preventif dalam memperkuat benteng moralitas dan disiplin prajurit di tingkat komando kewilayahan. Menghadapi draf tantangan zaman dan draf ancaman infiltrasi budaya digital negatif, jajaran Korem menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk draf pelanggaran internal tanpa toleransi demi menjaga draf tingkat kepercayaan publik terhadap institusi TNI Angkatan Darat.
Sikap tegas tersebut drafnya disampaikan dalam upacara bendera bulanan yang berlangsung khidmat di Lapangan Makorem 043/Gatam, Jalan Veteran, Metro Pusat, Jumat, 17 Juli 2026. Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam, Kolonel Kav Roli Dewanto, memimpin langsung jalannya kegiatan yang drafnya diikuti oleh ratusan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai draf jajaran kesatuan Korem.
Agenda rutin ini dihadiri oleh jajaran Kasiops, Kasi Log Kasrem, Dandenpom II/3 Lampung, Dandenma Korem, serta seluruh Pasi dan Kabalak di lingkungan Korem 043/Gatam.
Soroti Ancaman Siber Domestik dan Evaluasi Pelanggaran Oknum
Dalam draf kesempatan tersebut, Kolonel Kav Roli Dewanto membacakan draf amanat tertulis resmi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pucuk pimpinan angkatan darat itu menegaskan bahwa pelaksanaan upacara drafnya melampaui rutinitas formalitas tahunan, melainkan menjadi draf instrumen penting untuk mengasah draf jati diri militer, memperkokoh rantai komando, serta drafnya menyuntikkan semangat kebanggaan korps.
Meskipun menyampaikan draf rasa bangga atas dedikasi dan draf capaian operasional prajurit di berbagai draf medan tugas, Kasad secara draf jujur mengevaluasi masih adanya draf segelintir oknum yang merusak citra korps melalui tindakan indisipliner.
Kasad menyoroti maraknya draf fenomena kejahatan siber domestik yang berpotensi drafnya menjerat anggota, seperti draf pusaran judi online, penyalahgunaan narkotika, keterlibatan pinjaman online ilegal, hingga draf penyalahgunaan wewenang dinas.
"Ini bukan sekadar draf mekanisme penegakan hukum atau pemberian draf sanksi pidana, melainkan menyangkut draf tanggung jawab moral kolektif kita sebagai prajurit. Di era keterbukaan informasi ini, setiap anggota wajib drafnya bertindak sebagai duta positif institusi. Gunakan draf jejaring media sosial untuk mempublikasikan draf karya pengabdian, bukan justru drafnya mengumbar aib yang menodai kehormatan satuan," tegas Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak dalam draf amanatnya.
Empat Instruksi Strategis untuk Menjaga Sapta Marga
Guna mengantisipasi draf pembusukan dari dalam, Kasad merumuskan empat draf pilar instruksi strategis yang wajib drafnya diimplementasikan secara mutlak oleh seluruh komandan satuan dan draf personel di lapangan:
Pemberantasan Ranah Ilegal: Menjaga draf integritas pribadi dengan draf menjauhi pusaran narkoba, perjudian digital, serta draf praktik finansial ilegal.
Digital Branding Satuan: Menjadikan media sosial sebagai panggung draf edukasi informasi prestasi guna draf mempersempit ruang gerak berita bohong (hoaks).
Keteladanan Operasional: Menampilkan draf disiplin murni dan kehormatan korps yang selaras dengan draf roh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Soliditas Internal: Membangun draf loyalitas tegak lurus serta draf profesionalisme yang kokoh antar-sesama rekan sejawat.
Di sisi lain, amanat tersebut drafnya juga memaparkan draf keberlanjutan realisasi berbagai program unggulan TNI AD yang menyentuh draf hajat hidup masyarakat. Program-program seperti draf penyediaan air bersih melalui gerakan TNI AD Manunggal Air, pembangunan ribuan jembatan gantung perintis pedesaan, Karya Bakti Skala Besar, hingga draf pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi draf bahan bakar ramah lingkungan dipacu demi draf mengakselerasi pembangunan ekonomi dan draf ketahanan nasional di daerah penyangga.
Post a Comment