BANDAR LAMPUNG – Sirkuit konsolidasi mantan pandu penggalang level nasional resmi memusatkan poros gerakannya di Bumi Ruwa Jurai. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) yang dipusatkan di Aula Gedung Dekranasda Provinsi Lampung, Sabtu (20/6/2026).
Rakernas lintas dekade ini menjadi momentum krusial berkumpulnya kembali rupa-rupa delegasi alumni Jambore Cibubur 1991 yang kini tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Pertemuan akbar bertema "Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak" tersebut dibidik fungsional oleh organisasi untuk merumuskan draf cetak biru program pengabdian masyarakat yang menolak mandek sebatas ajang reuni kangen-kangenan.
“Ketika kita mengenang sasis pengalaman jambore tiga puluh lima tahun silam, indikator yang paling membekas menolak berupa lokasi tenda atau rangkaian lomba fisik, melainkan ketebalan ikatan persahabatan serta rupa-rupa nilai kehidupan yang tumbuh selama proses kepanduan berjalan,” urai Jihan Nurlela taktis dalam kapasitas ganda sebagai Wakil Gubernur sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung.
Bedah Filosofi Budaya: Menatap Arsitektur Sosial Lewat Kaca Mata 'Piil Pesenggiri'
Di atas podium, Wagub Jihan melayangkan apresiasi tinggi atas jeli-nya panitia hulu dalam mengadopsi draf lokalitas adat Lampung ke dalam sasis pergerakan nasional. Pemilihan draf tema Nengah Nyappur dinilainya sangat berbobot karena menyentuh pilar utama falsafah hidup masyarakat Lampung (Piil Pesenggiri) yang mewajibkan setiap individu untuk membuka diri, adaptif membaur menghargai keberagaman, serta berpartisipasi aktif menumpas kedaruratan sosial di lingkungan sekitar.
Jihan memaparkan bahwa meskipun para fungsionaris PJ91 saat ini telah membelah garis hidup ke dalam rupa-rupa profesi makro yang berbeda—mulai dari klaster birokrat, pengusaha, akademisi, hingga politisi—ruh kepanduan dipatok harus tetap linear terimplementasi dalam juknis bekerja harian demi kepentingan bangsa.
“Berbagai fluktuasi persoalan di tingkat tapak hanya bisa dieksekusi tuntas melalui sasis gotong royong sirkular. Ketika ada kantong masyarakat yang terpuruk membutuhkan bantuan logistik, atau ketika sirkuit generasi muda kita darurat memerlukan pendampingan moral, di situlah alumni pramuka wajib hadir mendepolys kepedulian fisik,” tegas Wagub berbobot.
Desak Kontribusi Riil: PJ91 Bidik Estafet Warisan Nilai untuk Generasi Z dan Alfa
Di lajur hilir, jalannya Rakernas dipatok mampu melahirkan draf keputusan strategis yang menjawab langsung tantangan zaman modern. Pramuka Kwarda Lampung mendesak agar hasil sidang komisi Rakernas memproduksi juknis program yang relevan dengan sasis penguatan kapasitas pemuda, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta mitigasi kebencanaan lingkungan hidup.
Gayung bersambut, Ketua Umum Purna Jambore Nasional 1991, Teguh Santosa, mengunci komitmen organisasi untuk mengonversi draf persaudaraan puluhan tahun tersebut menjadi sasis kekuatan sosial yang konkret. Teguh menegaskan, PJ91 siap bertindak sebagai jembatan emas (golden bridge) untuk mewariskan nilai-nilai persatuan nasional dan ketahanan mental kepanduan kepada generasi Z dan Alfa demi menangkal rupa-rupa degradasi moral di era disrupsi digital. (***)
Post a Comment