LAMPUNG – Ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) kembali memakan korban jiwa. Sebuah kecelakaan lalu lintas maut berkategori fatalitas tinggi pecah di titik KM 102 Jalur B, wilayah hukum Polres Lampung Selatan, pada Minggu (7/6/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Insiden berdarah ini melibatkan minibus Toyota Avanza bernomor polisi BE 1856 ANN dengan truk Toyota Colt Diesel bernomor polisi D 8390 XJ. Akibat benturan hebat tersebut, tiga orang penumpang minibus dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal oleh petugas kepolisian, petaka ini bermula saat Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Doni Febriano (51) melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bandar Lampung. Minibus tersebut awalnya bergerak di lajur cepat. Namun, saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan secara mendadak berpindah ke lajur lambat.
Nahas, di lajur lambat tersebut sedang melaju truk Colt Diesel. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi Avanza tidak mampu menghindar, hingga menghantam bagian belakang truk dengan sangat keras. Benturan itu mengakibatkan bodi kendaraan Avanza rusak parah dan terbalik di lokasi kejadian, sementara posisi truk Colt Diesel tetap bertahan di lajur lambat.
Identitas Korban Meninggal Dunia dan Luka-Luka
Petugas kepolisian bersama pihak pengelola jalan tol yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melakukan pengamanan arus lalu lintas serta mengevakuasi para korban ke fasilitas medis terdekat.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa dari total penumpang yang ada, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, baik di lokasi kejadian maupun sesaat setelah menerima penanganan medis. Ketiga korban tewas adalah Surminadi (43), Joko Widodo (27), dan Parjo (41). Seluruh korban meninggal dunia tersebut tercatat sebagai warga Jalan Nusantara, Gang Murni, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.
Selain korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan empat orang penumpang mengalami luka berat dan empat orang lainnya menderita luka ringan.
Penyelidikan Polisi: Cuaca Cerah dan Kondisi Jalan Rigid Bagus
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pihak Satlantas Polres Lampung Selatan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif guna memastikan penyebab pasti di balik kecelakaan maut tersebut.
“Petugas kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, kondisi fisik jalan di lokasi terpantau lurus dengan permukaan cor rigid yang baik. Cuaca saat kejadian juga cerah, dan tidak ditemukan adanya kerusakan pada fasilitas jalan tol,” urai Kombes Pol Yuni, Selasa (9/6/2026).
Penundaan Operasi Patuh Bukan Alasan Abai Keselamatan
Menyikapi peristiwa kelam ini, Polda Lampung melempar imbauan keras kepada seluruh pengguna jalan raya, khususnya yang melintasi jalur bebas hambatan. Para pengemudi diminta untuk selalu menjaga konsentrasi penuh, mematuhi batas kecepatan yang ditentukan, menjaga jarak aman antar-kendaraan, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara jauh.
Kombes Pol Yuni juga mengingatkan masyarakat bahwa kepatuhan di jalan raya tidak boleh kendur, meskipun saat ini pelaksanaan Operasi Patuh di tingkat daerah sedang ditunda sembari menunggu arahan teknis lebih lanjut dari Korlantas Polri.
“Kepatuhan pengguna jalan harus tetap dijaga setiap saat dalam berlalu lintas. Keselamatan itu adalah kebutuhan bersama dan tidak boleh menunggu adanya operasi kepolisian terlebih dahulu. Kami sangat berharap masyarakat bisa lebih disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, baik saat berkendara di jalan arteri maupun jalan tol, demi menekan angka kecelakaan,” pungkas Kabid Humas. (***)
Post a Comment