Cetak Inovator Daerah: Gubernur Mirza Tantang Lulusan Teknik Unila Garap Sektor Industri dan Bocorkan Beasiswa 2.500 Desa



BANDAR LAMPUNG – Koridor pembangunan megaproyek dan hilirisasi industri di Provinsi Lampung menuntut ketersediaan pasokan tenaga ahli domestik yang kompeten secara radikal. Menjawab tantangan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengunci komitmen strategis dengan menantang para lulusan baru Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) untuk menolak menjadi pencari kerja pasif, melainkan bertransformasi menjadi arsitek solusi di sasis infrastruktur dan energi makro daerah, Kamis (25/6/2026).

Pesan taktis tersebut dilemparkan Iyay Mirza saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Fakultas Teknik Unila dalam rangka Yudisium Lulusan Magister, Sarjana, dan Diploma Periode VI Tahun 2026 di Aula A21 kampus setempat. Di hadapan ratusan yudisium dan civitas akademika, Gubernur menilai sasis pendidikan teknik memiliki portofolio keunggulan komparatif yang tidak hanya mencetak kemampuan teoritis, melainkan mengonstruksi pola pikir kritis (analytical thinking) dan ketangguhan mental untuk memecahkan fluktuasi problem ketatanegaraan.

“Provinsi Lampung hari ini tidak sedang berjalan di tempat. Kita sedang berlari melakukan lompatan di sektor strategis: dari konstruksi jalan logistik, kawasan industri terpadu, hilirisasi sirkular komoditas pertanian, hingga ketahanan energi dan digitalisasi lingkungan. Di sinilah ruang aktualisasi nyata bagi para insinyur muda Unila untuk menjadi inovator dan motivator di tengah masyarakat,” tegas Gubernur Mirza berbobot.

Dobrakan Anggaran 2027: Luncurkan Beasiswa Kuliah untuk 2.500 Desa/Pekon

Bukan sekadar memberikan orasi motivasi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memanfaatkan podium akademis tersebut untuk membocorkan draf kebijakan pendidikan paling ambisius Pemprov Lampung guna menyongsong tahun anggaran berikutnya. Guna memangkas kesenjangan sasis SDM antara wilayah perkotaan dan perdesaan, pemerintah daerah resmi mengunci Program 1 Desa 1 Sarjana.

Juknis program jaminan sosial pendidikan ini dirancang inklusif dan sirkular. Mulai tahun kalender anggaran 2027, Pemprov Lampung dipastikan mengucurkan beasiswa penuh (full scholarship) saban tahun yang menyasar pemuda-pemudi potensial di 2.500 desa atau pekon di seluruh penjuru Bumi Ruwa Jurai.

Melalui draf intervensi fiskal ini, anak-anak petani dan warga prasejahtera di tingkat tapak desa dijamin memiliki akses tanpa sekat untuk menembus bangku perkuliahan, dengan target utama mencetak sarjana-sarjana teknik baru yang siap pulang kampung membangun sasis teknologi tepat guna di desa asal mereka.

Sinergi Pentahelix Unila-Pemprov: Kunci Hilirisasi Pertanian Makro

Mengakhiri draf arahannya, Gubernur Mirza mendesak sasis manajemen Fakultas Teknik Unila, mulai dari dewan senat, jajaran dosen riset, hingga mahasiswa aktif, untuk merobohkan dinding menara gading akademis. Unila dituntut melakoni kolaborasi pentahelix yang agresif bersama jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Lampung untuk mengawal efisiensi mekanisasi dan produktivitas pangan.

Riset-riset rekayasa teknologi buatan Unila diharapkan mampu diaplikasikan langsung ke dalam sirkuit industri pengolahan sawit, kopi, dan singkong guna menaikkan draf nilai tambah ekonomi daerah.

Agenda yudisium sakral ini turut dikawal langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, jajaran Dekanat, serta seluruh anggota senat Fakultas Teknik Unila, yang sepakat memposisikan momentum kelulusan periode pertengahan tahun 2026 ini sebagai tonggak akselerasi cetak biru Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post