JAKARTA – Momentum historis Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, tidak terkecuali bagi komunitas pers nasional. Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) memanfaatkan momentum sakral ini untuk mempertegas komitmen kebangsaan korps jurnalis dalam mengawal ideologi negara di tengah arus disrupsi informasi.
Melalui keterangan resminya, Ketua Umum AWPI, Hengki Ahmat Jazuli, menyampaikan ucapan selamat sekaligus seruan moral kepada seluruh jajaran pengurus, anggota, serta insan pers di bawah naungan AWPI dari Sabang sampai Merauke, Senin (1/6/2026).
Hengki menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks historis, melainkan roh pemersatu, falsafah hidup, serta kompas utama dalam menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Karya Jurnalistik Sebagai Benteng Persatuan
Di tengah terjangan badai hoaks, polarisasi informasi, dan berbagai tantangan zaman, Ketum AWPI menilai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila wajib dijaga, diamalkan secara konsisten, serta diwariskan secara struktural kepada generasi penerus.
Sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi, peran jurnalis sangat krusial dalam menyaring informasi dan menyajikan fakta yang mendinginkan suasana, bukan justru memecah belah publik. Oleh karena itu, AWPI memposisikan organisasi sebagai garda terdepan dalam merawat kebinekaan lewat jalur literasi.
"Sebagai insan pers, keluarga besar AWPI berkomitmen penuh untuk terus menjunjung tinggi asas profesionalisme, etika jurnalistik, dan integritas yang kokoh. Pers harus mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui produksi karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, objektif, serta bertanggung jawab," ujar Hengki Ahmat Jazuli taktis.
Kobarkan Semangat Gotong Royong Menuju Indonesia Raya
Lebih lanjut, Hengki mengajak seluruh jurnalis, pemilik media, dan mitra strategis AWPI untuk memperkuat kembali implementasi esensi dasar Pancasila, yakni semangat gotong royong, toleransi antar-keberagaman, serta rasa nasionalisme yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi kolektif dari seluruh komponen bangsa dinilai menjadi modal dasar mutlak dalam mengantarkan Indonesia menuju peradaban baru yang maju, adil secara ekonomi, dan sejahtera secara sosial.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini mengusung spirit penguatan nilai ideologis di tubuh pers. AWPI berharap, setiap derap langkah jurnalis di lapangan dapat terus menyuarakan kepentingan rakyat kecil dan tegak lurus pada kepentingan negara.
"Mari kita perkokoh semangat gotong royong demi Indonesia yang maju dan sejahtera. Pancasila adalah jiwa pemersatu bangsa, menuju Indonesia Raya. Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya," pungkas Hengki Ahmat Jazuli menutup taklimatnya. (***)
Post a Comment