Menang Aklamasi Dikawal 33 BPD, Ade Jona Prasetyo Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2030

 


BANDAR LAMPUNG – Sirkuit kompetisi perebutan kursi tertinggi Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII berakhir dengan antiklimaks yang solid. Sesuai dengan fluktuasi prediksi pasar organisasi sejak awal, Ade Jona Prasetyo resmi mengunci kemenangan dan ditetapkan sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2030 dalam Sidang Pleno IV yang digelar di Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis (11/6/2026).

Tokoh muda yang dikenal mengunci sasis jaringan kuat di tingkat nasional ini melenggang mulus ke kursi ketum setelah terpilih secara aklamasi. Melalui ketukan palu sidang paripurna tersebut, Ade Jona Prasetyo berhak secara absolut memegang tongkat estafet kepemimpinan menggantikan Akbar Himawan Buchari, Ketua Umum BPP HIPMI demisioner.

Atmosfer ruang sidang pleno langsung bergemuruh riuh oleh sorak-sorai ribuan kader dan fungsionaris HIPMI lintas daerah seketika namanya disahkan secara hukum tata organisasi oleh jajaran pimpinan sidang munas.

Peta Koalisi Makro: Tarikan Dukungan Dua Caketum Kunci Kemenangan

Kemenangan mutlak Ade Jona di hulu munas dipicu oleh sirkuit konsolidasi taktis yang dinamis jelang detik-detik akhir pemungutan suara. Pengusaha muda dengan nomor urut 2 ini sukses mengunci sasis dukungan dari 33 Badan Pengurus Daerah (BPD) dari total provinsi yang mengikut munas.

Pergerakan koalisi kian solid setelah Calon Ketua Umum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan, bersama Calon Ketua Umum Nomor Urut 4, Anthony Leong, mengambil sasis keputusan taktis untuk menarik diri dari pencalonan dan menyerahkan seluruh portofolio basis suara daerah mereka secara linear kepada Ade Jona Prasetyo.

Di sisi lain, rivalitas horizontal dari Calon Ketua Umum Nomor Urut 3, Afifuddin Kalla (Afi Kalla), terpaksa mandek di hulu setelah sasis dukungannya terkunci flat pada angka 5 BPD saja. Fluktuasi peta suara yang timpang ini fungsional melicinkan sirkuit aklamasi demi menjaga persatuan organisasi (Indonesia Incorporated) sesuai pesan koridor Kepala Negara saat pembukaan acara.

Pembentukan Tim Formatur: Akbar Buchari dan Reynaldo Bryan Jadi Arsitek Kabinet

Pasca-ketukan palu penetapan ketum terpilih, mekanisme persidangan Munas XVIII langsung mengunci sirkuit kesepakatan pembentukan Tim Formatur. Tim ini bertugas fungsional menyusun draf struktur kepengurusan kabinet baru BPP HIPMI untuk satu periode ke depan.

Dalam komposisi yang disepakati forum, mantan Ketum Akbar Himawan Buchari ditunjuk menempati posisi strategis sebagai Formatur I. Sementara mantan kandidat caketum, Reynaldo Bryan, dipercaya menduduki kursi Formatur II untuk mendampingi langsung Ade Jona Prasetyo dalam proses penyaringan sasis nama-nama fungsionaris elite pusat.

Sebagai informasi makro, Munas XVIII HIPMI yang berlangsung maraton sejak 10 Juni 2026 di Provinsi Lampung ini awalnya menguji sasis tarung gagasan dari empat kader terbaik bangsa. Dengan terpilihnya Ade Jona Prasetyo, dunia usaha nasional berharap BPP HIPMI mampu bergerak lebih adaptif dan lincah dalam mengawal program hilirisasi komoditas serta penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM di seluruh daerah. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post