DPRD Lampung Buka Program Pelajar di Parlemen Batch II



BANDAR LAMPUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PD) Provinsi Lampung memperkuat sasis komitmennya dalam mengonstruksi draf pendidikan politik dini bagi generasi muda. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pengawalan penuh terhadap pembukaan Program Pelajar Lampung di Parlemen (PLDP) Batch II Tahun 2026. Agenda simulasi legislatif nasional tingkat daerah tersebut resmi dipusatkan di Aula Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang dirancang khusus sebagai kawah candradimuka edukasi demokrasi ini diikuti secara masif oleh perwakilan pelajar tingkat SMA sederajat yang terjaring dari berbagai kabupaten dan kota di Bumi Ruwa Jurai. Melalui sasis program ini, para siswa digiring untuk merasakan langsung fluktuasi atmosfer kerja parlemen, mulai dari menyerap aspirasi konstituen, menyusun draf kebijakan publik, hingga memahami juknis pengambilan keputusan kolektif-kolegial.

"Masa depan tata kelola pemerintahan di Provinsi Lampung sangat ditentukan oleh kualitas sasis moral dan intelektual generasi mudanya saat ini. Pendidikan politik sejak dini merupakan draf investasi jangka panjang yang krusial guna melahirkan SDM unggul yang tidak hanya tajam secara akademik, melainkan memiliki integritas, kepedulian sosial, serta sasis pengabdian yang kokoh," tegas Anggota Komisi I DPRD Lampung, AM Safei, saat membacakan draf sambutan tertulis Ketua DPRD Lampung.

Tabuh Cetik Lampung: Simbolisasi Integrasi Parlemen dan Eksekutif

Dalam sidang pembukaan tersebut, AM Safei didampingi oleh Anggota Komisi III DPRD Lampung, Munir Abdul Haris, Founder Pelajar Parlemen Lampung, Ega Fauzi, serta Dewan Pembina Pelajar Parlemen Lampung, Muhammad Rinaldi. Prosesi peresmian PLDP Batch II ditandai secara sirkular melalui pemasangan kartu identitas peserta secara simbolis kepada dua perwakilan siswa oleh Sekretaris DPRD Provinsi Lampung yang bertindak mewakili Penjabat Gubernur Lampung.

Sebagai draf pelestarian identitas lokal, pembukaan sirkuit pelatihan kepemimpinan ini ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional cetik secara bersama-sama. Kolaborasi kehadiran sasis legislatif dan perwakilan eksekutif dalam forum ini menegaskan bahwa draf literasi politik bagi pemilih pemula merupakan potofolio tanggung jawab pentahelix yang wajib dikawal lintas sektor.

DPRD Lampung mengapresiasi tinggi konsistensi gerakan PLDP yang dinilai mampu memutus draf apatisme politik di kalangan remaja. Melalui program laboratorium parlemen ini, para pelajar dilatih taktis untuk tidak sekadar menjadi penonton pasif dalam fluktuasi kebijakan daerah, melainkan mampu mengonstruksi dialektika, menyampaikan gagasan kritis secara santun, serta mengunci budaya berpikir yang terbuka dan konstruktif.

Menolak Apatisme: Belajar Menata Regulasi Sejak Bangku Sekolah

AM Safei menambahkan, potofolio materi yang disajikan dalam PLDP Batch II sengaja didesain menyerupai tata kerja asli anggota dewan di Gedung Ratulangi. Para peserta diwajibkan melakukan draf simulasi rapat fraksi, rapat komisi, hingga rapat paripurna guna memperdebatkan rancangan regulasi lokal yang berorientasi pada kepentingan kemaslahatan publik.

"Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan sasis waktu yang singkat ini secara maksimal untuk memperluas radar wawasan kebangsaan. Jadikan forum ini sebagai ruang melatih kepekaan terhadap pembangunan daerah, sehingga pasca-kegiatan ini, mereka mampu bertransformasi menjadi draf agen perubahan di lingkungan sekolah dan komunitas masing-masing," pungkas AM Safei berbobot. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post