BANDAR LAMPUNG – Indikator daya beli dan antusiasme religius masyarakat di Provinsi Lampung terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat fluktuatif dan positif. Memasuki momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun masehi 2026, semangat warga di bumi Ruwa Jurai dalam menunaikan ibadah kurban mencatatkan sirkuit lonjakan volume yang signifikan, sekaligus menjadi sasi bangkitnya sektor peternakan daerah.
Berdasarkan data komparatif otoritas terkait, lompatan tidak hanya terjadi pada klaster pemotongan komoditas sasi di tingkat kelurahan atau desa, melainkan juga pada sirkuit perdagangan ternak kurban lintas wilayah. Catatan penjualan sapi komparatif antarprovinsi serta antarkabupaten dan kota pada tahun anggaran berjalan ini sukses menyentuh angka 60.429 ekor.
Perolehan transaksi dagang tersebut merekam sirkuit kenaikan yang sangat tajam, yakni melesat 40,15 persen jika dibandingkan dengan performa penjualan tahun 2025 lalu yang tertahan di angka 43.116 ekor.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, drh. Lili Mawarti, M.Si., IPU, membenarkan adanya sirkuit akselerasi ganda tersebut. Pihaknya menilai pergerakan angka ini menjadi cerminan dari sirkuit pemulihan ekonomi peternak lokal pasca-tantangan wabah penyakit tahun-tahun sebelumnya.
“Pelaksanaan ibadah kurban sepanjang tahun 2026 ini mengalami tren eskalasi yang sangat fluktuatif dan menggembirakan. Kenaikan terjadi secara merata, baik ditinjau dari instrumen jumlah hewan yang dieksekusi di tempat pemotongan, maupun dari sirkuit pergerakan distribusi niaga ternak ke luar daerah,” terang Lili Mawarti di Bandar Lampung.
Lampung Timur Rajai Pemotongan Sapi, Klaster Domba Catat Lonjakan Tertinggi
Jika dibedah secara struktural fungsional, sirkuit grafik kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban menyelimuti seluruh komoditas utama ternak. Untuk sektor sapi reguler, jumlah yang dipotong pada tahun 2026 ini terdongkrak fluktuatif sebesar 7,86 persen menjadi 24.986 ekor, mengungguli capaian tahun lalu yang berada di angka 23.166 ekor.
Peta sebaran sirkuit pemotongan sapi menempatkan Kabupaten Lampung Timur sebagai daerah dengan tingkat partisipasi kurban tertinggi, yakni menyumbang sirkuit eksekusi sebanyak 4.397 ekor. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Lampung Tengah dengan sirkuit kontribusi 4.189 ekor, disusul kemudian oleh Lampung Selatan sebanyak 3.163 ekor, serta wilayah urban Kota Bandar Lampung yang mengunci sirkuit pemotongan di angka 2.413 ekor.
Sirkuit lompatan yang jauh lebih dramatis justru terekam pada klaster ternak besar lainnya, yakni kerbau. Sektor ini melesat fluktuatif hingga 109,21 persen, dari sirkuit baseline yang hanya 76 ekor pada tahun 2025 menjadi 159 ekor di tahun 2026.
Untuk sektor ternak kecil, komoditas kambing tetap kokoh mendominasi sirkuit volume kurban secara makro dengan total pemotongan mencapai 89.681 ekor, alias terkoreksi positif naik 15,02 persen dari sirkuit angka 77.973 ekor pada periode sebelumnya.
Namun, rekor sirkuit kenaikan tertinggi secara persentase tahun ini sukses disabet oleh komoditas domba. Klaster ini mengalami fluktuasi pertumbuhan luar biasa mencapai 147,80 persen, di mana volumenya melonjak drastis dari sirkuit awal 1.067 ekor pada tahun 2025 menjadi 2.644 ekor pada musim kurban tahun 2026.
Secara akumulatif, total sirkuit pemotongan hewan kurban dari seluruh jenis komoditas di wilayah Provinsi Lampung pada tahun 2026 ini menyentuh sirkuit angka 117.470 ekor. Jumlah agregat tersebut mencatatkan grafik pertumbuhan vertikal sebesar 14,85 persen dibandingkan capaian total tahun 2025 yang kala itu ditutup pada sirkuit angka 102.282 ekor. (***)
Post a Comment