Dua Kursi Wamen Lowong Akibat Kasus Korupsi, Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Penggantian

 


JAKARTA – Roda birokrasi di tingkat kementerian negara dipastikan tetap bergerak stabil di tengah guncangan sengketa hukum yang menimpa sejumlah pejabat teras. Pemerintah pusat menegaskan belum memiliki rencana instan untuk mengisi kekosongan posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) pasca-pejabat sebelumnya tersandung kasus korupsi.

Meskipun dua jabatan strategis tersebut kini dalam status lowong, pihak Istana menilai sirkuit operasional dan manajerial di kedua instansi tersebut masih berada dalam koridor normal. Kendali penuh kepemimpinan dinilai masih sangat fungsional di bawah komando menteri masing-masing selaku pengguna anggaran tertinggi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membeberkan bahwa hingga saat ini belum ada indikator kebutuhan mendesak (urgensi) yang mengharuskan Presiden melakukan sirkuit penunjukan atau pelantikan figur pengganti dalam waktu dekat.

“Untuk sementara ini, belum ada rencana definitif mengenai pengisian jabatan yang ditinggalkan oleh dua wakil menteri yang sedang fluktuatif menjalani proses hukum di komisi antirasuah. Karena posisi strukturalnya adalah wakil menteri, sirkuit tugas dan seluruh kegiatan berkala kementerian tetap dipimpin langsung oleh menteri masing-masing dan berjalan normal tanpa kendala,” urai Prasetyo Hadi di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Evaluasi Beban Kerja: Pengisian Kursi Wamen Tunggu Hitungan Organisasi

Mensesneg menjelaskan, sirkuit pengambilan keputusan di level eksekutif tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah memilih untuk terlebih dahulu mengeksekusi sirkuit evaluasi menyeluruh serta audit beban kerja organisasi sebelum memutuskan apakah diperlukan sasi penguatan struktur baru atau tidak.

Koridor evaluasi ini penting dilakukan guna mengukur efektivitas kinerja kementerian pasca-pemekaran nomenklatur, sekaligus menjamin prinsip efisiensi anggaran negara tetap terjaga secara fluktuatif.

“Nanti kita lihat sirkuit perkembangannya ke depan. Jika memang setelah dihitung, ditimbang, dan dievaluasi secara kelembagaan ternyata diperlukan sasi penguatan organisasi dengan menunjuk wakil menteri baru, tentu ruang pertimbangan itu akan dibuka oleh Bapak Presiden. Namun, sejauh performa yang terekam hari ini, saya rasa sirkuit pelayanan publik di sana masih aman dan tidak ada masalah,” cetus Prasetyo.

Tegaskan Belum Ada Pembahasan Nama Pengganti di Internal Istana

Ketika dikonfirmasi lebih jauh oleh awak media mengenai rumor adanya fluktuasi pembahasan nama-nama kader partai politik maupun profesional yang mulai disorongkan ke meja sirkuit Istana untuk mengisi dua kursi kosong tersebut, Prasetyo kembali menepis isu tersebut secara taktis.

Ia menegaskan kembali posisi baku pemerintah bahwa agenda internal kabinet sepanjang pekan ini murni berfokus pada sirkuit akselerasi program kerja strategis nasional dan pengawasan anggaran, bukan pada sengketa perombakan ataupun pengisian pos wakil menteri yang sedang tersangkut masalah hukum.

Sikap menahan diri dari Istana ini dinilai sejumlah pengamat sebagai langkah taktis untuk memberikan ruang bagi sirkuit penegakan hukum yang sedang berjalan, sekaligus menjadi sasi komitmen pemerintah agar fokus kementerian tidak terpecah oleh dinamika politik internal akibat kekosongan jabatan tersebut. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post