Warga Bangun Jembatan Darurat, Kades Fajar Baru Dorong Pembangunan Permanen

 


Lampung Selatan – Inisiatif masyarakat membuka akses jalan dan membangun jembatan darurat yang menjadi penghubung antarwilayah mendapat apresiasi dari Kepala Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, M. Agus Budiantoro. Selain menyampaikan terima kasih kepada warga, ia juga berharap pemerintah terkait dapat tergerak membangun jembatan permanen demi menunjang akses masyarakat.


Upaya warga untuk menghubungkan Desa Fajar Baru, Lampung Selatan dengan Kelurahan Way Kandis, Kota Bandar Lampung, terus berjalan. Setelah sebelumnya masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa dan bambu, kini kondisi tersebut mulai mendapat perhatian melalui berbagai saluran informasi yang disampaikan masyarakat.


Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, mengaku telah mengetahui inisiatif positif yang dilakukan warga Dusun 2A pada kegiatan gotong royong yang berlangsung pada Minggu lalu. Menurutnya, langkah yang dilakukan masyarakat tidak hanya sekadar membangun akses sementara, tetapi juga menunjukkan kepedulian warga terhadap perkembangan wilayahnya.


Agus menilai meski jembatan yang dibangun masih menggunakan material sederhana seperti kayu kelapa dan bambu, hal itu menjadi simbol kuat dari semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat yang menginginkan akses yang lebih baik.


“Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap daerahnya. Warga bergerak bersama dengan kemampuan yang ada demi membuka akses yang dibutuhkan bersama,” ujarnya.


Ia berharap semangat masyarakat tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pasalnya, berdasarkan letak administratif, posisi jembatan tersebut berada di wilayah Kota Bandar Lampung.


Menurutnya, sudah sepatutnya jembatan darurat yang kini dibangun secara swadaya dapat ditingkatkan menjadi infrastruktur permanen yang lebih kokoh, aman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.


Sebelumnya, Kepala Dusun 2A Desa Fajar Baru, Junaidi, menjelaskan jalur tersebut merupakan akses penting yang setiap hari dimanfaatkan warga sebagai penghubung antarwilayah. Meskipun kawasan perbatasan itu belum padat penduduk dan akses jalannya belum terbentuk secara menyeluruh, keberadaan jembatan dinilai memiliki peran vital.


Setiap hari masyarakat memanfaatkan jalur tersebut untuk menghubungkan wilayah Way Kandis, Bandar Lampung dengan Desa Fajar Baru, Lampung Selatan, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan mobilitas masyarakat. Hingga kini, harapan warga sederhana, agar jembatan yang lahir dari semangat gotong royong itu dapat berubah menjadi bangunan permanen yang lebih layak dan aman digunakan. (*) 

Post a Comment

Previous Post Next Post