Tren Kurban Bergeser, Penjualan Sapi Lampung Tembus 60 Ribu Ekor, Domba Melonjak 121 Persen

 


BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat sekaligus lumbung ternak nasional pada musim paruh tahun ini. Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, arus lalu lintas dan volume penjualan komoditas hewan kurban asal Bumi Ruwa Jurai mencatatkan lonjakan performa yang signifikan, khususnya pada sektor komoditas sapi dan domba.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengungkapkan bahwa tingginya kurva permintaan dari berbagai daerah di luar Sumatra menjadi indikator valid bahwa standarisasi kualitas, manajemen kesehatan, dan kepastian pasokan ternak asal Lampung semakin memenangkan kepercayaan pasar domestik.

“Provinsi Lampung konsisten memberikan kontribusi masif dalam menyuplai kebutuhan lapak kurban ke berbagai wilayah strategis di Indonesia. Lompatan angka penjualan ini membuktikan sektor peternakan hilir kita memiliki daya saing tinggi dan kapasitas produksi yang sangat adaptif,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Komparasi Data Niaga: Domba Melejit, Kambing Alami Koreksi Tipis

Merujuk data agregat komparatif terkait lalu lintas ternak antarprovinsi serta rilis resmi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung, performa penjualan sapi hidup pada tahun 2026 ini melesat hingga menyentuh angka 60.429 ekor. Jumlah tersebut merepresentasikan kenaikan tajam sebesar 40,15 persen jika disandingkan dengan performa tahun 2025 yang tertahan di angka 43.116 ekor.

Tren pertumbuhan positif juga dialami oleh lini komoditas kerbau, di mana angka penjualan bergerak naik dari posisi 242 ekor pada tahun lalu menjadi 337 ekor pada musim kurban kali ini, atau tumbuh sekitar 39,25 persen.

Anomali pertumbuhan tertinggi justru didominasi oleh jenis domba. Sektor ini mencatatkan lompatan ekspansif hingga 121,76 persen, bergerak dari angka dasar 1.764 ekor pada tahun 2025 menjadi 3.912 ekor pada periode berjalan 2026.

Sebaliknya, komoditas kambing menjadi satu-satunya lini yang mengalami koreksi minor sebesar 2,38 persen, bergeser dari posisi 143.335 ekor tahun lalu menjadi 139.917 ekor pada tahun ini. Menurut analisa dinas teknis, penyusutan tipis ini bukan disebabkan oleh kendala stok, melainkan murni akibat faktor psikologi pasar.

“Penurunan pada sektor kambing ini kemungkinan besar dipicu oleh adanya pergeseran preferensi kolektif masyarakat dalam memilih jenis hewan kurban. Saat ini ada kecenderungan kuat di mana kelompok mudhohi (pekurban) mulai beralih melakukan patungan kurban menggunakan sapi, atau memilih kerbau dan domba ekor gemuk sebagai alternatif utama,” urai Lili Mawarti menganalisis.

Perluasan Gurita Pasar hingga ke Pulau Kalimantan

Ditinjau dari rute niaga nasional, dominasi pasokan sapi asal Lampung terpantau sukses melakukan penetrasi pasar ke wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan.

Sementara itu, untuk klaster hewan berkuku belah kecil seperti kambing dan domba, daya jangkau distribusi logistiknya terpantau lebih ekspansif karena berhasil menembus pasar Kalimantan Tengah, di samping memasok kebutuhan rutin untuk regional Jabodetabek, Jawa Barat, serta Bangka Belitung.

Akselerasi niaga ternak yang masif ini diakui linier dengan peningkatan kapasitas kandang para peternak lokal, membaiknya regulasi dokumen lalu lintas ternak di pelabuhan penyeberangan, serta ketatnya pengawasan kesehatan hewan di perbatasan. Pemprov Lampung bersama APPSI berkomitmen terus memperkuat kemitraan dengan lembaga amil dan kurban nasional guna menjamin tata niaga yang sehat.

Menutup keterangannya, Disnakkeswan Lampung mengimbau para agen dan masyarakat konsumen untuk tetap selektif memilih hewan yang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pemerintah daerah juga dipastikan telah menyiagakan posko pemeriksaan terpadu di sejumlah titik check point keluar-masuk wilayah Lampung guna memastikan seluruh hewan yang didistribusikan dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan sesuai syariat Islam. (Dnk)

Post a Comment

Previous Post Next Post