BANDAR LAMPUNG – Suhu politik di tingkat pencinta dan relawan mantan Presiden Joko Widodo mulai menghangat. Dewan Pimpinan Daerah Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) Provinsi Lampung secara resmi melayangkan desakan keras kepada jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bara-JP untuk segera menggelar rapat pleno luar biasa.
Langkah organisatoris ini diambil guna menyikapi dan mempertanyakan maksud di balik pernyataan kontroversial Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang terekam jelas dalam insiden mikrofon bocor (mic bocor) pasca-Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Jagat media sosial sebelumnya dihebohkan oleh beredarnya rekaman audio yang diduga kuat merupakan suara Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rekaman tersebut, politisi senior Partai Gerindra itu terdengar melontarkan kalimat, "Asal jangan teriak hidup Jokowi."
Celotehan tersebut terekam pada Rabu, 20 Mei 2026, sesaat setelah Presiden Prabowo Subianto selesai menyampaikan pidato nota pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen.
Khawatir Picu Spekulasi Liar Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi
Merespons kegaduhan digital tersebut, DPD Bara-JP Lampung melalui Sekretarisnya, Robenson, menegaskan bahwa pernyataan elite parlemen tersebut wajib diklarifikasi secara gamblang dan terbuka di forum resmi keorganisasian. Hal ini dirasa krusial agar tidak menggelinding menjadi spekulasi liar yang multitafsir di tengah masyarakat.
“Kami dari Lampung meminta dan mendesak DPP Bara-JP segera melakukan rapat pleno. Publik dan barisan relawan di daerah berhak tahu apa substansi dan maksud mendalam dari pernyataan tersebut. Apakah itu murni sekadar candaan internal antar-pimpinan dewan, ataukah ada sinyal arah politik tertentu yang ingin diinjeksikan ke publik,” tegas Robenson saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Sabtu (23/5/2026).
Robenson tidak menampik bahwa insiden mic bocor yang viral tersebut memicu beragam analisis dari para pengamat dan kader di daerah. Sebagian pihak mulai mengaitkan insiden itu dengan isu adanya pergeseran konstelasi politik serta keretakan hubungan antara gerbong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini dengan era kepemimpinan Joko Widodo terdahulu.
“Sebagai organisasi relawan yang memiliki rekam jejak panjang mengawal arus perubahan, kami tidak ingin ada model komunikasi politik yang memicu kebingungan di ruang publik. Klarifikasi resmi dari DPP dan pihak terkait sangat penting dilakukan agar barisan relawan di tingkat bawah tidak goyah,” imbuh Robenson dengan nada serius.
Akar Rumput Mulai Resah, Desak Penjelasan Resmi
Dampak dari rekaman bocor tersebut nyatanya tidak hanya memantik reaksi pengurus tingkat provinsi, melainkan sudah menjalar hingga ke struktur paling bawah. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Bara-JP Pagar Dewa turut menyuarakan keresahan yang sama. Menurutnya, penjelasan resmi dari struktur pusat sangat mendesak demi meredam gejolak penafsiran sepihak di tingkat akar rumput.
“Kalimat sensitif seperti itu sangat rentan menimbulkan kegaduhan di tingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami di PAC Pagar Dewa meminta DPP segera bersikap dan menjalin komunikasi dengan Senayan. Kalau memang itu hanya gurauan santai, sampaikan secara resmi. Namun jika ada dinamika politik baru, jelaskan secara jujur kepada kader agar kami tidak buta arah di lapangan,” pinta Ketua PAC Pagar Dewa.
Dalam dokumentasi rekaman visual yang beredar, suara Dasco terdengar mencuat di sela-sela suasana cair pasca-sidang ditutup. Di samping Dasco, terlihat Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga tertangkap kamera menanggapi celetukan tersebut dengan tawa kecil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis ataupun klarifikasi resmi yang dikeluarkan oleh Sufmi Dasco Ahmad maupun pihak Sekretariat Jenderal DPR RI terkait suara yang bocor dalam siaran langsung kanal Parlemen TV tersebut. Sementara itu, Bara-JP Lampung menyatakan akan menahan diri dan menunggu komando serta sikap resmi dari DPP sebelum mengambil langkah organisasi lebih lanjut. (Red)
Post a Comment