Distribusi Pupuk Subsidi di Lampung Tengah Mandek, Anggota DPRD Provinsi Lampung Desak Evaluasi Total dan Tindak Tegas Praktik Monopoli

 


BANDAR LAMPUNG – Aroma tidak sedap dalam distribusi pupuk subsidi kembali mencuat di Kabupaten Lampung Tengah. Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan (Dapil) Lampung Tengah, Miswan Rody, melontarkan kecaman keras terkait laporan mandeknya penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Sabtu (02/05/2026).

Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar kendala teknis, melainkan terindikasi sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan permainan kotor yang merugikan para petani di tengah masa tanam.

Dugaan Penahanan Distribusi dan Praktik Monopoli

Miswan Rody mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan langsung dari para petani di lapangan. Berdasarkan laporan, pupuk yang seharusnya telah diterima masyarakat bahkan telah ditebus sejak bulan lalu tidak kunjung sampai di tangan petani.

Selain masalah keterlambatan, ditemukan pula indikasi monopoli dalam rantai distribusi pupuk, terutama pada sektor angkutan yang dikuasai oleh oknum tertentu.

  • Ketidakpastian Distribusi: Pupuk yang telah ditebus petani tak kunjung didistribusikan, mengancam produktivitas pertanian lokal.

  • Dugaan Monopoli: Penguasaan jalur transportasi oleh oknum yang menjadikan distribusi pupuk sebagai lahan bisnis pribadi.

  • Potensi Kerugian Ekonomi: Mengancam keberhasilan musim tanam yang berpotensi merugikan perekonomian petani secara langsung.

Ancaman Penegakan Hukum dan Desakan Transparansi

Sebagai Ketua NasDem Kabupaten Lampung Tengah, Miswan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat hak-hak petani "disandera". Ia meminta agar distributor dan instansi terkait membuka alur distribusi secara transparan kepada publik, meliputi kuota, jadwal penyaluran, hingga pihak yang bertanggung jawab.

"Kalau ini tidak segera diselesaikan, saya minta aparat penegak hukum turun. Jangan sampai pupuk subsidi yang seharusnya membantu petani malah dijadikan alat permainan segelintir orang. Saya pastikan akan saya bongkar sampai tuntas," tegas Miswan.

Situasi di Lampung Tengah saat ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan masyarakat petani. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak distributor maupun instansi terkait, namun tekanan politik agar kasus ini diusut tuntas semakin menguat.

Post a Comment

Previous Post Next Post