PESAWARAN – Nama Antonius Muhammad Ali kini resmi tercatat sebagai orang nomor dua di Kabupaten Pesawaran periode 2025-2030. Namun, di balik seragam dinas dan wibawa jabatannya saat mendampingi Bupati Nanda Indira Bastian, tersimpan kisah perjuangan hidup yang penuh lika-liku, mulai dari titik nadir hingga panggung politik nasional.
Pria kelahiran 14 September 1982 ini bukan sekadar politisi yang muncul secara instan. Ia adalah seorang petarung yang pernah merasakan pahitnya kehilangan harta benda hingga harus memulai segalanya dari nol.
Titik Balik dari Sebuah Kegagalan
Sebelum terjun ke dunia birokrasi, pria yang akrab disapa Anton ini merupakan pelaku usaha. Namun, ia sempat mengalami cobaan berat saat tertipu habis-habisan yang mengakibatkan hartanya terkuras habis. Kondisi ekonomi yang sulit saat itu bahkan memaksanya untuk menunda penyelesaian tesis S2-nya demi menyambung hidup.
“Saya pernah jatuh di titik paling sulit. Harta habis, sampai harus mengontrak rumah. Saat itu keputusan berat untuk cuti kuliah, tapi keadaan memaksa saya untuk mulai lagi dari nol,” kenang Anton dalam perbincangan santai di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).
Belasan Tahun Mengabdi di Senayan
Kegagalan di dunia usaha menjadi pintu gerbang baginya untuk merantau ke Jakarta. Sejak tahun 2009, Anton mengabdikan diri sebagai Tenaga Ahli di DPR RI. Pengalaman belasan tahun di jantung kekuasaan ini mengasah kemampuannya dalam memahami seluk-beluk regulasi dan birokrasi pemerintahan.
Kesetiaannya di Partai Gerindra membawanya masuk ke jajaran elit DPP sebagai Wakil Sekjen selama dua periode (2015-2025). Baginya, politik bukanlah sekadar hitung-hitungan menang atau kalah, melainkan sebuah jalan pengabdian.
Cerita di Balik Nama "Antonius"
Ada fakta unik yang mewarnai perjalanan politiknya di Bumi Andan Jejama. Selama masa kampanye Pilkada 2024, nama depannya, "Antonius," sempat memicu salah paham di masyarakat yang mengira dirinya adalah seorang mualaf.
"Waktu kampanye dulu, saya dikira Nasrani karena namanya Antonius. Padahal saya Muslim tulen sejak lahir," ujarnya sembari tertawa mengenang momen tersebut.
Sosok Organisasi yang Membumi
Rekam jejak organisasi Anton telah terbentuk sejak muda. Putra asli Lampung ini merupakan Ketua Muli Mekhanai Provinsi Lampung tahun 2004 dan aktif di berbagai organisasi kepemudaan hingga nelayan. Pengalaman panjang tersebut kini ia dedikasikan untuk memastikan pelayanan publik di Pesawaran berjalan optimal.
Duduk sebagai Wakil Bupati, Antonius Muhammad Ali berkomitmen untuk tetap membumi. Baginya, kepahitan masa lalu adalah pengingat abadi agar ia selalu hadir bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang berjuang di titik tersulit kehidupan.
Post a Comment