DPRD Lampung Suarakan Peningkatan Mutu Guru dalam Pertemuan dengan Komisi X DPR RI




BANDAR LAMPUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Ruwa Jurai. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan bersama jajaran Komisi X DPR RI dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Lampung, baru-baru ini.

Hadir mewakili DPRD Lampung, Anggota Komisi V Elly Wahyuni menekankan bahwa kunci utama transformasi pendidikan terletak pada penguatan kapasitas tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas guru harus terus ditingkatkan agar proses pembelajaran tetap adaptif terhadap dinamika zaman.

"Peningkatan kapasitas guru adalah faktor kunci. Kita perlu memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal demi mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan masa depan," ujar Elly Wahyuni di hadapan tim Komisi X DPR RI.

Selain soal kualitas pengajar, pertemuan tersebut juga mengevaluasi pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Lampung. DPRD menilai TKA bukan sekadar ujian rutin, melainkan instrumen penting untuk memotret capaian belajar siswa sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

Ketua Tim Kunjungan Spesifik yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah, bersama jajarannya memberikan perhatian serius terhadap sejumlah isu strategis di Lampung. Mulai dari tantangan pemerataan kualitas pendidikan hingga penguatan literasi di tingkat kabupaten/kota.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Sekretaris Daerah, Marindo Kurniawan, menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi. Fokus utama pemprov saat ini adalah memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah Lampung.

DPRD Provinsi Lampung berharap, masukan-masukan strategis dari kunjungan DPR RI ini dapat segera ditindaklanjuti. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Post a Comment

Previous Post Next Post