TEGINENENG, PESAWARAN – Warga Dusun Talang Baru, Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi tergantung pada seutas tali di sebuah pohon rambutan, Jumat (24/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui berinisial WELI (27), warga setempat yang sebelumnya dikabarkan hilang oleh pihak keluarga sejak Rabu, 22 April 2026.
Kronologi Kejadian: Pamit Lari Pagi dan Status Perpisahan
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban awalnya berpamitan untuk pergi lari pagi (marathon) pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan warga sekitar.
Dugaan peristiwa ini semakin menguat setelah beberapa rekan korban melihat status WhatsApp (WA) miliknya yang berisi pesan permintaan maaf serta pamit kepada keluarga dan teman-temannya. Perangkat desa dan warga kemudian melakukan pencarian intensif selama dua hari sebelum akhirnya jasad korban ditemukan oleh saksi Fredi Ansyah dan Habib Ferdiansyah di areal kebun yang tak jauh dari rumah korban.
Olah TKP dan Identifikasi Medis
Mendapat laporan warga, aparat Polsek Tegineneng bersama tim Inafis Polres Pesawaran dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tegineneng segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi.
Kapolsek Tegineneng melalui Kanit Reskrim Bripka Bahrun Ilmi, menyampaikan hasil pemeriksaan luar (Visum et Repertum) di lokasi:
Kondisi Fisik: Ditemukan bekas jeratan tali pada leher, lidah menjulur/tergigit, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Waktu Kematian: Jasad diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 48 jam, ditandai dengan adanya pembusukan alami dan telur larva kecil pada bagian wajah.
Barang Bukti: Polisi mengamankan sepasang sandal warna hitam dan seutas tali tambang berwarna putih yang digunakan korban.
Keluarga Ikhlas dan Menolak Autopsi
Pihak keluarga yang diwakili oleh adik kandung korban, Saliman, menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi melalui surat pernyataan tertulis.
Setelah proses identifikasi di TKP selesai, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans UPT Puskesmas Tegineneng menuju rumah duka di Dusun Talang Baru untuk proses pemakaman.
Post a Comment