TANGGAMUS, 5 Maret 2026 – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan terjangan banjir bandang di objek wisata Air Terjun Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, menjadi viral di media sosial pada Kamis (5/3). Peristiwa ini memicu kekhawatiran karena debit air meningkat tajam dan berubah menjadi keruh secara mendadak, padahal cuaca di sekitar lokasi wisata dalam kondisi cerah dan tidak diguyur hujan.
Fenomena tersebut dikonfirmasi oleh tokoh masyarakat setempat sebagai banjir kiriman yang berasal dari kawasan hulu di pegunungan Batu Keramat, Kecamatan Gisting.
Sinyal Bahaya dari Hulu Sungai Menurut Usman Mursyid, tokoh masyarakat setempat, kondisi ini bukanlah hal baru namun tetap berbahaya. Curah hujan tinggi di kawasan hutan lindung Gisting seringkali tidak dirasakan oleh warga di bagian bawah, namun dampaknya langsung mengalir deras melalui sungai Way Lalaan.
“Meskipun di lokasi wisata tidak hujan, air bisa tiba-tiba besar. Itu tanda di hulu sungai sudah hujan lebat. Tanda-tandanya bisa dilihat di bagian atas air terjun; jika air mulai berubah menjadi keruh dan debitnya naik perlahan, itu sinyal banjir akan datang,” ujar Usman, Kamis (5/3).
Pedagang Sebagai Garda Terdepan Keselamatan Dalam situasi darurat seperti ini, para pedagang di kawasan wisata Way Lalaan memegang peran vital sebagai "petugas peringatan dini". Berbekal pengalaman bertahun-tahun mengamati perilaku sungai, mereka rutin mengimbau pengunjung untuk segera menjauhi bibir air terjun jika melihat tanda-tanda perubahan warna air.
Kesadaran pengunjung untuk mendengarkan arahan warga lokal menjadi faktor penentu keselamatan guna menghindari musibah yang tidak diinginkan.
Evaluasi Keselamatan dan Asuransi Munculnya kejadian ini juga memicu pertanyaan mengenai standar perlindungan bagi wisatawan. Usman mengingatkan pihak pengelola untuk memastikan adanya jaminan keselamatan, termasuk kepastian asuransi jiwa bagi pengunjung yang masuk ke area wisata.
“Kami berharap pengelola dan pengunjung lebih waspada. Jika air sudah berubah keruh, jangan nekat mandi. Selain itu, penting untuk memastikan apakah perlindungan asuransi bagi pengunjung sudah dikelola dengan baik oleh pihak terkait,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca di wilayah hulu sebelum memutuskan untuk beraktivitas di sekitar aliran sungai Way Lalaan demi keselamatan bersama.
Post a Comment