PRINGSEWU, 10 Maret 2026 – Puluhan tahun ketergantungan warga terhadap rakit bambu atau getek untuk menyeberangi Sungai Way Sekampung resmi berakhir. Pangdam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, bersama Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Pekon Jogjakarta (Gading Rejo) dengan Pekon Sukoharjo IV, Senin (9/3).
Jembatan sepanjang 80 meter ini merupakan bagian dari program strategis TNI Angkatan Darat yang meresmikan 200 jembatan secara serentak di seluruh Indonesia.
Solusi bagi Akses Pendidikan dan Ekonomi Sebelum jembatan ini berdiri, mobilitas warga sangat bergantung pada debit air sungai. Saat banjir meluap, akses transportasi praktis terputus total. Kini, jembatan dengan lebar 1,2 meter tersebut siap menampung aktivitas harian masyarakat, mulai dari distribusi hasil tani hingga akses berangkat sekolah bagi para pelajar.
“Harapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah,” ujar Pangdam Kristomei Sianturi di lokasi peresmian.
Sinergi dan Gotong Royong Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp527 juta ini diselesaikan dalam waktu singkat, yakni hampir satu bulan. Keberhasilan proyek ini merupakan buah kerja sama antara prajurit Kodim 0424/Tanggamus, relawan Vertical Rescue Indonesia, Bhabinkamtibmas, pemerintah daerah, serta swadaya masyarakat setempat.
Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi TNI dalam menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat pedesaan.
“Anak-anak sekolah kini lebih mudah aksesnya. Begitu juga aktivitas ekonomi seperti membawa pupuk atau hasil pertanian, warga tidak perlu lagi memutar jauh atau bertaruh nyawa di atas getek,” tutur Bupati Riyanto.
Catatan Sejarah Warga Bagi warga seperti Cipto Wardoyo (54), jembatan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan setelah menanti sejak tahun 1980. Sebagai pedagang sangkar burung, ia kerap merasa was-was saat menyeberangi sungai yang meluap hanya dengan getek bambu.
“Dulu nyeberangnya pakai getek dari bambu. Terima kasih sudah dibuatkan jembatan dari negara,” ucapnya dengan penuh syukur.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan TNI AD mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Post a Comment