Puncak Mudik 2026: 163 Ribu Orang Seberangi Selat Sunda dalam Sehari, ASDP Percepat Bongkar Muat

 


MERAK, 19 Maret 2026 – Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera resmi memasuki fase puncak. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan pergerakan masyarakat yang sangat signifikan pada H-2, Kamis (19/3). Berdasarkan data Posko Merak, dalam periode delapan jam saja (pukul 00.00–08.00 WIB), sebanyak 79.521 penumpang telah menyeberang, naik 20,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa tren peningkatan ini telah terlihat sejak Selasa (17/3) dan mencapai puncaknya pada Rabu (18/3) dengan total 163.603 penumpang dan 44.440 kendaraan dalam satu hari.

Strategi TBB untuk Efisiensi Waktu Guna mengantisipasi penumpukan di pelabuhan, ASDP menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) sebagai strategi utama. Melalui pola ini, setiap kapal yang bersandar langsung melakukan bongkar muatan dan segera diberangkatkan kembali tanpa menunggu waktu sandar yang lama.

“Optimalisasi pola TBB memungkinkan kami menekan waktu sandar dan meningkatkan kapasitas layanan secara signifikan. Kami mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari untuk memastikan arus tetap mengalir lancar,” ujar Heru Widodo.

Data Kumulatif dan Kendaraan Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-2, sebanyak 711.052 penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera, tumbuh 3,5% dari tahun lalu. Sektor kendaraan juga mencatat kenaikan 9,3% dengan total 190.479 unit yang melintas. Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa terpantau lebih landai namun tetap mengalami kenaikan moderat sebesar 2,9% untuk penumpang dan 8,9% untuk kendaraan.

Fleksibilitas Layanan Tiket Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, kembali mengingatkan pengguna jasa untuk memanfaatkan aplikasi Ferizy guna kepastian jadwal. Di tengah tingginya mobilitas, ASDP memberikan fleksibilitas berupa fitur reschedule (potongan 10%) dan refund (potongan 25%) sesuai ketentuan.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk datang sesuai jadwal pada tiket dan memastikan data identitas diisi dengan benar. Kerjasama pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan sangat membantu kelancaran di pelabuhan,” tutur Windy.

ASDP berkomitmen menjaga koordinasi lintas sektoral dengan kepolisian dan otoritas pelabuhan melalui penerapan delaying system di sejumlah buffer zone guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik hingga tiba di kampung halaman.

Post a Comment

Previous Post Next Post