KALIANDA, 4 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula Rajabasa, Selasa (3/3). Forum ini menjadi wadah krusial untuk mengevaluasi capaian kinerja serta merumuskan intervensi yang lebih tajam dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), menegaskan bahwa penanganan stunting adalah investasi masa depan daerah yang tidak bisa ditawar.
Refleksi Data dan Tantangan Kedepan Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Lampung Selatan berada di angka 10,4 persen. Meski hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 persen dari tahun sebelumnya (10,3 persen), Pemkab menilai hal ini sebagai alarm untuk memperkuat konsistensi program.
“Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi menyangkut daya saing daerah. Kenaikan tipis ini adalah pengingat agar kita tidak kendor dan justru harus lebih masif dalam melakukan intervensi,” ujar Wabup Syaiful di hadapan jajaran Forkopimda dan para Camat.
4 Strategi Utama Menuju 2027 Untuk memastikan tren angka stunting kembali menurun secara signifikan, Pemkab Lampung Selatan menetapkan empat pilar strategi untuk perencanaan tahun 2026:
Penguatan Basis Data: Fokus pada akurasi data keluarga berisiko stunting.
Penajaman Lokus: Memprioritaskan desa dan kelurahan dengan angka kasus tertinggi.
Sinkronisasi Program: Menghilangkan ego sektoral antar perangkat daerah agar anggaran lebih efisien.
Monitoring Terukur: Penguatan pengawasan berbasis indikator kinerja yang jelas.
Panggilan Kolaborasi Publik Wabup Syaiful juga memberikan apresiasi kepada pendamping PKH, Forum CSR, dan kader pembangunan manusia yang selama ini menjadi ujung tombak di lapangan. Ia menekankan bahwa penurunan stunting membutuhkan kerja kolektif, mulai dari tokoh agama hingga dunia usaha melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan.
“Penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Kerja kolaboratif dan konsistensi menjadi kunci agar kita bisa mencetak generasi Lampung Selatan yang sehat, cerdas, dan unggul,” pungkasnya.
Forum ini dihadiri lengkap oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah, instansi vertikal, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, menunjukkan keseriusan penuh pemerintah daerah dalam menangani isu strategis nasional ini.
Post a Comment