Pastikan Kualitas Infrastruktur, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Perbaikan Ruas Strategis Gunung Batin–Daya Murni

 


LAMPUNG TENGAH, 4 Maret 2026 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan inspeksi mendadak terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan provinsi Gunung Batin – Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Selasa (3/3). Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan akses penghubung pintu tol tersebut aman dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik Idulfitri.

Ruas sepanjang 12 kilometer ini dilaporkan telah mengalami kerusakan menahun. Gubernur menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, kualitas pengerjaan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Temuan Teknis dan Ketegasan Spek Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mirza menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan jalan di masa lalu yang tidak memenuhi standar, khususnya pada ketebalan lapisan bawah (base).

"Kualitas harus terjaga. Tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena yang kasihan warganya. Tadi ditemukan lapis bawahnya kurang dari 35 cm, padahal standarnya harus 35 cm. Saya tidak toleransi pengerjaan asal-asalan," tegas Gubernur Mirza di lokasi peninjauan.

Soroti Dampak Kendaraan ODOL Gubernur juga mengidentifikasi penyebab utama hancurnya jalan provinsi di wilayah tersebut, yakni maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), terutama angkutan singkong. Ia menyayangkan adanya ketimpangan beban yang ekstrem antara kapasitas jalan dan muatan kendaraan.

"Jalan provinsi ini maksimal untuk beban 8 ton, tapi dilewati kendaraan 40 ton. Ya rusak! Sektor swasta harus paham, jangan memaksakan muatan berlebih yang merusak fasilitas publik," tambahnya.

Tahapan Pengerjaan Permanen Saat ini, tim di lapangan sedang melakukan penanganan darurat guna menjamin kelancaran lalu lintas jangka pendek. Namun, Gubernur memastikan proyek akan berlanjut ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat (overlay).

Hingga saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh 12 kilometer ruas tersebut berfungsi optimal. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ini sebagai jalur urat nadi ekonomi warga Lampung Tengah.

Post a Comment

Previous Post Next Post