BANDAR LAMPUNG, 3 Maret 2026 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, merespons cepat laporan masyarakat terkait kerusakan parah pada bangunan UPT SDN 01 Srimenanti, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. Hanya dalam hitungan jam setelah menerima pengaduan warga, Thomas langsung mengeluarkan instruksi perbaikan kepada jajaran terkait di tingkat kabupaten.
Aksi tanggap ini bermula dari laporan seorang warga bernama Hendrik pada Minggu malam (1/3), yang menginformasikan kondisi memprihatinkan sekolah tersebut melalui pesan singkat.
“Saya telah memerintahkan Kadis Pendidikan Way Kanan untuk segera menindaklanjuti dan memperbaiki UPT SDN 01 Srimenanti yang rusak parah. Keselamatan siswa adalah prioritas,” tegas Thomas Amirico, Senin (2/3).
Kondisi Bangunan yang Mengancam Keselamatan SDN 01 Srimenanti merupakan satu-satunya sarana pendidikan dasar bagi ratusan anak di desa tersebut. Namun, kondisi fisiknya dilaporkan sangat mengkhawatirkan; atap dan plafon di beberapa ruang kelas serta perpustakaan dalam keadaan hancur dan nyaris ambruk.
Keluhan serupa juga datang dari para dewan guru yang merasa was-was saat proses belajar mengajar berlangsung, terutama ketika cuaca buruk atau angin kencang melanda wilayah Negara Batin.
“Kami sangat takut, apalagi kalau angin kencang. Perpustakaan sudah hancur. Kami sangat berharap pihak terkait dari provinsi maupun kabupaten dapat membantu memperbaiki gedung ini demi keamanan anak-anak,” ujar Sahdi, salah satu guru di sekolah tersebut.
Sinergi Provinsi dan Kabupaten Langkah Kadisdikbud Lampung ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam melakukan pengawasan terhadap infrastruktur pendidikan, meski secara administratif tingkat SD berada di bawah wewenang pemerintah kabupaten. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi yang lambat agar bantuan rehabilitasi gedung sekolah dapat segera dieksekusi sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
[Image: Documentation of the damaged ceiling and roof at SDN 01 Srimenanti, Way Kanan]
Pihak sekolah dan warga Srimenanti kini menantikan realisasi fisik dari instruksi tersebut. Mereka berharap anggaran pemeliharaan atau rehabilitasi dapat segera dikucurkan agar para siswa dapat kembali belajar dengan tenang tanpa rasa takut tertimpa material bangunan.
Post a Comment