LAMPUNG BARAT, 24 Maret 2026 – Suasana khidmat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, berubah menjadi kepiluan setelah kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah warga pada Senin (23/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi tepat saat masyarakat sedang bersukacita merayakan tradisi budaya Sekura Cakak Buah.
Kobaran api yang diduga berasal dari salah satu rumah kayu milik warga bernama Alpian, dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya. Jarak antar bangunan yang rapat serta material rumah yang mudah terbakar membuat api sulit dijinakkan hingga menyisakan puing-puing bangunan yang rata dengan tanah.
Duka Mendalam Bupati Lampung Barat Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya di tengah momen hari kemenangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan segera melakukan langkah-langkah darurat.
“Atas nama pemerintah daerah, kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Ini adalah ujian berat bagi saudara-saudara kita di Pekon Kenali, terlebih terjadi di saat momen Lebaran. Semoga para korban diberikan ketabahan,” ujar Parosil.
Langkah Penanganan dan Instruksi Khusus Bupati Parosil telah menginstruksikan dinas terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pendataan detail mengenai kerugian serta menyalurkan bantuan masa panik bagi keluarga terdampak.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Imbauan Kewaspadaan Dini Menyikapi kejadian ini, pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah untuk merayakan tradisi atau bersilaturahmi.
“Kami ingatkan kembali warga agar memastikan instalasi listrik aman dan kompor dalam keadaan mati sebelum keluar rumah. Mari kita saling menjaga agar musibah serupa tidak terulang kembali,” pungkas Bupati.
Kehadiran pemerintah di tengah musibah ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan materiil para korban yang kehilangan tempat tinggal di hari yang fitri.
Post a Comment