PESAWARAN – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (13/3/2026). Pertemuan strategis ini mengusung tema besar percepatan pertumbuhan berkualitas melalui pemerataan infrastruktur dan pelayanan publik.
Dalam arahannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa fondasi Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari penguatan ekonomi di tingkat tapak. "Pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Jika desa tumbuh, maka kabupaten akan tumbuh, dan pada akhirnya provinsi serta negara juga akan ikut tumbuh," ujar Gubernur.
Capaian makro dan kontribusi ekonomi Pesawaran
Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., memaparkan performa ekonomi daerah tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Pesawaran tercatat sebesar 5,38 persen, meningkat 1,49 poin dari tahun sebelumnya.
Secara nilai, perputaran ekonomi di Bumi Andan Jejama mencapai Rp23,45 triliun, menyumbang 4,44 persen terhadap struktur ekonomi Provinsi Lampung. Sektor pertanian masih menjadi motor utama dengan dominasi sebesar 36,86 persen, disusul sektor perdagangan dan industri pengolahan.
Program strategis: Sekolah rakyat hingga koperasi merah putih
Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga memperkenalkan sejumlah program unggulan yang akan menjadi game changer pembangunan daerah, di antaranya:
Pembangunan Sekolah Rakyat: Direncanakan berdiri di lahan seluas 7 hektare di Desa Kebagusan, Gedong Tataan, dengan kapasitas 1.200 siswa (SD-SMA).
Koperasi Desa Merah Putih: Pengembangan 47 gerai yang tersebar di seluruh kecamatan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Program MBG: Telah menjangkau seluruh kecamatan melalui 52 SPPG yang melayani 130.416 penerima manfaat.
Visi Pesawaran CAKEP
Bupati Nanda menegaskan bahwa RKPD 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari RPJMD 2025–2029 yang berlandaskan visi Pesawaran CAKEP (Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif). Perencanaan ini diselaraskan dengan pendekatan top-down dan bottom-up agar mencerminkan aspirasi riil masyarakat.
Gubernur Mirza menutup arahannya dengan mengingatkan pentingnya prinsip good governance. Ia mendorong agar setiap anggaran yang dikeluarkan harus memiliki dampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesawaran.
Post a Comment