Buka Ruang Dialog Konstruktif, Bupati Radityo Egi Pratama Terima Aspirasi Lesehan Mahasiswa se-Lampung Selatan

 


KALIANDA, 4 Maret 2026 – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menunjukkan gaya kepemimpinan inklusif dengan mengajak Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan duduk lesehan dalam agenda sarasehan di Pendopo Agung, Selasa (3/3). Pertemuan ini digelar sebagai respons langsung atas aksi penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung pada 23 Februari lalu.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa membedah tujuh poin tuntutan evaluasi yang ditujukan untuk memperbaiki proyeksi pembangunan Lampung Selatan dalam empat tahun ke depan.

Apresiasi dan Catatan Kedewasaan Berdemokrasi Bupati Egi yang didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto beserta jajaran kepala OPD terkait, menyambut baik paparan kritis yang disampaikan mahasiswa. Namun, ia juga memberikan catatan mengenai pentingnya melihat kebijakan secara objektif dan proporsional.

“Saya mengapresiasi segala saran dan kritik rekan-rekan. Namun di sinilah kita diajarkan apa yang namanya dewasa dalam berdemokrasi. Kritik boleh saja, tapi jangan sampai menutup mata bahwa banyak program pemerintah saat ini yang sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujar Bupati Egi di hadapan para delegasi mahasiswa.

Transparansi dan Keterbukaan di Ruang Publik Menanggapi tudingan mengenai sikap terhadap kritik, Bupati Egi menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap masukan, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah menjamin akses informasi publik seluas-luasnya.

“Saya bukan tipe pemimpin yang anti-kritik. Jika saya anti-kritik, mungkin kolom komentar di media sosial saya sudah ditutup sejak lama meski dihujani ribuan masukan. Kami berkomitmen pada tata kelola yang transparan,” tegasnya.

Harapan Kolaborasi ke Depan Ketua HMI Cabang Lampung Selatan, Sandi Afrizal, menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa bertujuan untuk mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia berharap forum ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih nyata antara mahasiswa sebagai kontrol sosial dan pemerintah sebagai eksekutif.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun lugas ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa kritik konstruktif harus bermuara pada solusi pembangunan yang berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.

Post a Comment

Previous Post Next Post