BANDAR LAMPUNG – Harapan warga Kampung Tanjung Halo, Kelurahan Kedaung, untuk memiliki fasilitas publik yang representatif kini memiliki cetak biru yang nyata. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Kelompok 12 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) secara resmi menyerahkan Masterplan Galariung, sebuah desain Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terpadu, pada Selasa (3/2/2026).
Proyek yang dikerjakan selama tiga minggu ini merupakan respons atas keterbatasan fasilitas sosial dan pendidikan di salah satu kampung tertua di Kecamatan Kemiling tersebut.
Filosofi Galariung: Memadukan Struktur dan Budaya
Nama "Galariung" diambil dari kosakata bahasa Sunda yang berarti "tempat berkumpul". Nama ini dipilih sebagai penghormatan terhadap identitas mayoritas warga Kampung Tanjung Halo. Secara arsitektural, bangunan dua lantai ini dirancang dengan material bambu yang memberikan kesan estetis, ramah lingkungan, dan selaras dengan alam.
Ketua Kelompok 12, Ismail, menyatakan bahwa rancangan ini merupakan produk kolaborasi multidisiplin ilmu, mulai dari Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), hingga Teknik Geofisika. Hal ini dilakukan untuk memastikan struktur bangunan aman meski didirikan di atas kontur tanah yang menantang.
Detail Teknis dan Estimasi Anggaran
Mahasiswa ITERA tidak hanya memberikan visualisasi, tetapi juga dokumen teknis lengkap yang siap digunakan sebagai acuan pembangunan. Dokumen tersebut mencakup:
Visualisasi 2D & 3D: Model bangunan yang memudahkan warga melihat hasil akhir proyek.
WBS & RAB: Struktur pemecahan kerja dan Rencana Anggaran Biaya yang terperinci.
Efisiensi Biaya: Estimasi total pembangunan mencapai Rp384.016.659,10. Angka ini dinilai kompetitif untuk bangunan dua lantai dengan kualitas beton bertulang dan instalasi lengkap.
Momen Haru: Menjawab Mimpi Puluhan Tahun
Penyerahan desain ini menjadi momen emosional bagi warga. Bapak Ibrahim, tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT setempat, mengaku terharu melihat impian masa kecilnya dirumuskan secara profesional oleh mahasiswa.
"Ini menjadi mimpi besar sejak saya kecil. Rancangan ini adalah modal awal yang berharga bagi kami untuk menggalang dana dan mewujudkan fasilitas yang layak bagi generasi mendatang agar tumbuh lebih baik," ujar Ibrahim.
Harapan untuk Realisasi
Melalui Galariung, nantinya TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengaji, tetapi juga sebagai ruang publik untuk musyawarah dan interaksi sosial warga. Pihak ITERA berharap dokumen ini dapat diajukan kepada pemerintah daerah atau donatur sebagai proposal pembangunan fisik di masa depan.
"Semoga dokumen ini tidak berakhir di atas kertas, tetapi menjadi pondasi nyata bagi kemajuan fisik dan sosial di Kampung Tanjung Halo," tutup Ismail.
Post a Comment