Transparansi Program Modal Usaha: Mayoritas Pengajuan Pinjaman Bunga Nol Persen UMKM Bandar Lampung Terkendala Verifikasi Perbankan



BANDAR LAMPUNG, 24 Februari 2026 – Upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memberikan stimulus permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program bunga nol persen menghadapi tantangan besar pada tahap verifikasi perbankan. Dari 240 pelaku usaha yang diajukan, hanya 18 UMKM yang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk menerima bantuan modal tersebut.

Sekitar 200 pelaku UMKM lainnya dinyatakan tidak lolos seleksi, mayoritas disebabkan oleh catatan buruk pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SLIK OJK dan Kendala Administratif Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandar Lampung, Riana Apriana, mengungkapkan bahwa perbankan memiliki standar verifikasi yang ketat dalam menyalurkan dana. Selain persoalan skor kredit di Klik OJK, banyak pelaku usaha yang terbentur masalah administrasi dasar.

“Kendala utama adalah hasil pengecekan SLIK OJK. Selain itu, ada persoalan administratif seperti perubahan alamat usaha yang tidak diperbarui. Persyaratan perbankan juga mewajibkan pemohon tidak memiliki pinjaman aktif di bank lain, sementara banyak UMKM kita yang sudah terikat Kredit Usaha Rakyat (KUR),” jelas Riana, Selasa (24/2).

Kesiapan Anggaran Pemkot Meskipun angka kelolosan masih rendah, Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan kesiapan fiskal untuk program ini. Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar dengan plafon pinjaman maksimal Rp50 juta per pelaku usaha. Besaran pinjaman ini disesuaikan dengan kapasitas pembayaran dan kemampuan usaha masing-masing.

Harapan Peningkatan Literasi Keuangan Fenomena ini menjadi sinyal bagi para pelaku UMKM untuk lebih memperhatikan kesehatan finansial dan tertib administrasi perbankan. Pemkot tetap berkomitmen mendampingi UMKM agar dapat memenuhi kualifikasi perbankan di masa depan.

“Program ini adalah prioritas Ibu Wali Kota Eva Dwiana untuk mengembangkan usaha lokal. Kami berharap pelaku UMKM dapat memperbaiki catatan kreditnya agar kuota anggaran yang tersedia dapat terserap maksimal,” tambahnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post