Setelah 14 Hari Hilang, Lansia asal Gadingrejo Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai

 



PRINGSEWU – Teka-teki hilangnya Mbah Kaliman (82), warga Pekon Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, akhirnya terjawab. Korban yang dilaporkan hilang sejak Senin, 19 Januari 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di aliran sungai Pekon Gadingrejo pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Junaidi yang sedang mencari cacing sutra. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telungkup di tepian sungai.

Identifikasi dan Konfirmasi Keluarga

Kapolres Pringsewu melalui Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa identitas jasad tersebut telah dipastikan oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu bersama pihak medis RSUD Pringsewu.

“Hasil identifikasi berdasarkan ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan menunjukkan kecocokan mutlak. Pihak keluarga juga telah mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah benar Mbah Kaliman,” jelas Iptu Sugiyanto.

Hasil Pemeriksaan Medis Awal

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis dan kepolisian:

  • Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat penganiayaan pada tubuh korban.

  • Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk menentukan penyebab pasti kematian, meski dugaan sementara mengarah pada kecelakaan saat beraktivitas di dekat sungai.

Kronologi Pencarian Besar-besaran

Sebelum ditemukan, Mbah Kaliman dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi ke kebun pada 19 Januari lalu. Operasi pencarian skala besar telah dilakukan selama dua minggu terakhir dengan melibatkan:

  • Tim Gabungan: TNI/Polri, Basarnas, BPBD, Satpol-PP, dan Relawan.

  • Teknis Pencarian: Penyisiran darat dan air, hingga pelibatan Anjing Pelacak (K9) Direktorat Samapta Polda Lampung.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman secara layak. Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.

Post a Comment

Previous Post Next Post