METRO — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Metro pada Sabtu sore (14/02/2026) kembali merendam sejumlah wilayah strategis di Bumi Sai Wawai. Kurangnya optimalisasi sistem drainase menyebabkan air meluap dengan cepat ke pemukiman warga, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di wilayah Metro Pusat, yang hingga kini masih menjadi titik langganan banjir setiap kali intensitas hujan meningkat.
Titik Terdampak dan Kondisi Lapangan
Berdasarkan laporan warga di lokasi kejadian, terdapat dua titik utama yang mengalami dampak signifikan:
Jalan Lukman Tanjung (RT 27 RW 06), Hadimulyo Barat: Genangan air terpantau mencapai ketinggian 0,5 meter. Warga menyebutkan bahwa hanya dalam waktu satu jam hujan deras, air langsung meluap dari saluran yang ada.
Jalan Pubian (Belakang Klinik Hadiwijaya), Hadimulyo Timur: Air merendam kawasan kontrakan hingga masuk ke dalam rumah warga. Kondisi ini memaksa warga untuk melakukan evakuasi barang-barang berharga dan pembersihan mandiri di tengah genangan.
“Airnya masuk ke dalam rumah. Setiap banjir selalu begini, kami jadi repot membersihkannya. Perlu tindakan nyata karena masalah ini terus berulang,” ungkap Sulestri (50), salah satu warga Jalan Pubian.
Soroti Masalah Drainase dan Tersier
Berulangnya bencana banjir di wilayah Metro Pusat mengindikasikan adanya masalah serius pada infrastruktur pendukung. Drainase dan saluran tersier di sejumlah titik dinilai tidak berfungsi maksimal karena penyumbatan maupun dimensi saluran yang tidak lagi mampu menampung debit air hujan.
Warga berharap Pemerintah Kota Metro tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera mengambil langkah konkret berupa:
Evaluasi Sistem Drainase: Melakukan normalisasi dan perbaikan saluran air di titik-titik rawan banjir.
Peningkatan Kapasitas Saluran: Menyesuaikan dimensi drainase dengan debit air saat hujan ekstrem.
Edukasi Kebersihan: Mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.
Harapan Warga untuk Pemerintah
Kegiatan ekonomi dan kenyamanan hidup warga Hadimulyo kini bergantung pada keseriusan pemerintah dalam membenahi tata ruang air kota. Tanpa adanya tindakan konkret, kawasan Metro Pusat dikhawatirkan akan terus terjebak dalam masalah banjir tahunan yang merugikan secara material maupun psikologis bagi warga terdampak.
Post a Comment