PESAWARAN, 25 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mengakselerasi transformasi digital di lingkungan birokrasi. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desk Aplikasi Srikandi bagi Admin Perangkat Daerah se-Kabupaten Pesawaran yang dimulai sejak Senin (23/2).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini difokuskan pada implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Aplikasi ini merupakan instrumen utama dalam mendukung tata kelola administrasi persuratan dan kearsipan secara digital guna mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, M. Rinaldo Arbarino, S.I.Kom., menjelaskan bahwa Bimtek ini diperuntukkan bagi perangkat daerah yang hingga saat ini belum memiliki akun Srikandi resmi.
"Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan teknis, mulai dari pembuatan akun hingga praktik langsung pembuatan surat digital. Tujuannya jelas, agar seluruh admin perangkat daerah mampu mengoptimalkan aplikasi Srikandi demi terwujudnya tertib arsip yang akuntabel," ujar M. Rinaldo.
Target Integrasi Seluruh Lini Berdasarkan data bidang terkait, saat ini terdapat beberapa instansi yang sedang dalam tahap aktivasi, mencakup 8 Dinas, 1 RSUD, 10 Bagian, serta 11 Kecamatan. Pada tahap awal pekan ini, lima instansi strategis telah mengikuti pendampingan, yaitu Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas PMD, Dinas Perindag, dan Dinas Perikanan.
[Image: Suasana Bimtek Aplikasi Srikandi yang diikuti oleh admin OPD di lingkungan Pemkab Pesawaran]
Jadwal Hingga Maret 2026 Program percepatan digitalisasi ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga pertengahan Maret 2026. Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh bagian hingga tingkat kecamatan akan mendapatkan pendampingan yang setara agar sistem kearsipan di Kabupaten Pesawaran dapat terintegrasi secara menyeluruh.
Melalui penerapan aplikasi Srikandi, diharapkan proses surat-menyurat antar-instansi tidak lagi bergantung pada dokumen fisik semata, melainkan berpindah ke platform digital yang lebih aman, cepat, dan mudah dalam pelacakan (tracking). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Indonesia Digital.
Post a Comment