BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dalam rangkaian kunjungan kerja strategis di Bandar Lampung, Minggu (15/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza secara resmi melaporkan bahwa Provinsi Lampung telah menjadi provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan infrastruktur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.
Capaian ini menempatkan Lampung sebagai model percontohan nasional dalam pengintegrasian pemenuhan gizi dengan penguatan ekonomi lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Infrastruktur Gizi: Rasio Melampaui 100% Target
Lampung telah berhasil membangun 1.007 unit SPPG yang melayani 2,7 juta penerima manfaat, mulai dari siswa TK hingga SMA, santri, balita, hingga ibu hamil. Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku sangat aman mengingat Lampung adalah daerah surplus beras, telur, ayam, dan sayuran.
“Rasio kita sudah di atas 100 persen dari target. Namun, fokus kita sekarang beralih ke kualitas. Anak-anak itu nomor satu enak dulu, baru gizi. Saya ingin mereka memiliki kenangan bahwa makanan MBG itu membanggakan,” tegas Gubernur Mirza.
Hilirisasi Kreatif: Mesin Baru Pertumbuhan Nasional
Menekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi efisiensi Pemprov Lampung yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan Generasi Emas 2045. Ia menekankan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi pilar utama nasional dengan adanya Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRAF) 20 tahun ke depan.
Beberapa poin transformasi subsektor kreatif yang disoroti Menekraf meliputi:
Ekspansi Subsektor: Penambahan dari 17 menjadi 21 subsektor, mencakup modifikasi otomotif, AI, blockchain, hingga konten kreator.
Hilirisasi Non-Tambang: Memperkuat nilai tambah pada industri film, musik, fashion, dan kuliner agar kompetitif di pasar global.
Dapur MBG sebagai Akselerator: SPPG bukan sekadar intervensi gizi, melainkan mesin yang menghidupkan sektor jasa, pertanian, dan perikanan hingga ke desa.
Profil Capaian MBG & Ekonomi Kreatif Lampung 2026
| Kategori Capaian | Detail Statistik |
| Infrastruktur SPPG | 1.007 Unit (Tercepat Nasional) |
| Jangkauan Manfaat | 2,7 Juta Orang (Siswa, Santri, Balita, Bumil) |
| Status Bahan Baku | Surplus (Beras, Telur, Ayam, Sayuran) |
| Target Nasional | 30.600 SPPG untuk 83 Juta Penerima |
Sinergi Pelatihan "Masamo" dan Pendampingan UMKM
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Masak Bersama Master (Masamo) yang melibatkan 50 perwakilan SPPG untuk meningkatkan kualitas rasa produk kuliner. Usai kegiatan dapur, Gubernur dan Menteri melakukan diskusi mendalam dengan para pelaku ekraf di El’s Coffee Roastery untuk membedah akses pembiayaan dan perluasan jaringan pemasaran.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan memperkuat posisi Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera yang berbasis pada kekuatan kreativitas budaya dan ketahanan pangan yang mandiri.
Post a Comment