Wujudkan Generasi Agamis, Pemkot Bandar Lampung Lepas 70 Santri Menuju Muktamad I Provinsi Lampung

 



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung secara resmi melepas kontingen santri untuk berlaga dalam ajang Musabaqah Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (Muktamad) I Tingkat Provinsi Lampung. Pelepasan 70 santri pilihan ini dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, M. Ramdhan, di halaman kantor pemerintah kota, Jumat (23/1/2026).

Para santri tersebut akan mewakili Kota Bandar Lampung dalam kompetisi pembacaan dan pemahaman Kitab Kuning yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Jati Agung, Lampung Selatan, pada 23–25 Januari 2026.

Simbol Kecerdasan Spiritual dan Daya Saing

Dalam sambutannya mewakili Wali Kota, M. Ramdhan menyatakan rasa bangga dan apresiasi kepada PCNU Bandar Lampung, khususnya Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), yang telah konsisten membina para santri. Ia menekankan bahwa kontingen ini adalah representasi dari kualitas pendidikan pesantren di Kota Tapis Berseri.

“Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa Bandar Lampung memiliki generasi muda yang kuat secara spiritual namun tetap memiliki daya saing, kecerdasan, dan mental juara. Di pundak kalian tersemat harapan untuk membawa nama baik daerah,” ujar Ramdhan.

Pesan Keberkahan di Atas Kemenangan

Kepada para duta santri, Pemerintah Kota menitipkan pesan agar tetap menjaga akhlakul karimah dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Kemenangan teknis diharapkan berjalan selaras dengan adab sebagai penuntut ilmu.

“Kemenangan memang penting sebagai buah dari latihan, tetapi keberkahan jauh lebih utama. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kesehatan, dan jaga kebersamaan antar-santri,” tambahnya.

Santri Sebagai Pilar Pembangunan

Dukungan penuh Pemkot Bandar Lampung terhadap kontingen Muktamad ini menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat pembinaan keagamaan. Santri dipandang sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa guna mewujudkan visi Bandar Lampung yang agamis dan bermartabat.

Partisipasi 70 santri ini diharapkan tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-pesantren se-Provinsi Lampung serta memotivasi generasi muda lainnya untuk mencintai literasi klasik Islam (Kutubut Turats).

Post a Comment

Previous Post Next Post