LAMPUNG TIMUR – Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menyisir perairan Way Seputih, Kabupaten Lampung Timur, untuk menemukan Hadi Waluyo (39). Nelayan yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Peri Asih tersebut dilaporkan terjatuh dari kapalnya saat sedang melaut pada awal pekan ini.
Hingga Sabtu (24/1/2026) sore, meski penyisiran telah dilakukan secara intensif dengan membagi area menjadi beberapa sektor strategis, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Metode Pencarian Berbasis Prediksi Cuaca dan Arus
Komandan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri, menjelaskan bahwa pola pencarian hari ini mengandalkan metode SAR Map Prediction. Metode ini digunakan untuk memetakan prediksi arah pergerakan korban berdasarkan arah angin dan arus laut terkini.
"Kami telah bergerak sejak pagi hari mengikuti sektor yang menjadi prediksi pergerakan korban. Fokus utama adalah area yang memiliki probabilitas tinggi sesuai data pemodelan arus. Namun, pencarian hingga sore ini masih nihil," ujar Zian Fajri.
Alat Utama dan Personel yang Terlibat
Untuk memaksimalkan operasi di tengah kondisi cuaca perairan yang kerap berubah, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai sarana pendukung, di antaranya:
Armada: Perahu karet (LCR) dan speedboat.
Teknis: Peralatan selam lengkap dan perangkat komunikasi darat-laut.
Personel: Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Satpolairud Way Seputih, TNI AL Way Seputih, serta bantuan dari nelayan lokal.
Keselamatan Petugas Menjadi Prioritas
Mengingat dinamika cuaca di perairan Lampung Timur yang sulit diprediksi, pimpinan operasi menekankan pentingnya keselamatan bagi seluruh personel. Operasi dihentikan sementara pada malam hari dan dijadwalkan akan berlanjut pada Minggu pagi (25/1) memasuki hari keenam.
"Kami sangat berharap korban segera ditemukan agar dapat memberikan kepastian dan diserahkan kepada pihak keluarga. Seluruh unsur di lapangan tetap solid dan waspada terhadap segala risiko di laut," tutup Fajri.
Post a Comment