
BANDAR LAMPUNG, 7 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat komitmennya dalam transisi energi hijau dengan merencanakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung. Inisiatif strategis ini memanfaatkan permukaan air bendungan-bendungan besar di Lampung guna mengejar target kapasitas listrik hingga 2.000 Megawatt (MW) serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan bahwa pengembangan EBT ini sangat krusial untuk menutupi defisit daya 300 MW yang selama ini masih dipasok dari Sumatera Selatan.
Potensi Raksasa di Permukaan Air
Rencana pengembangan ini akan menggunakan sekitar 20% luas permukaan air bendungan untuk instalasi panel surya. Selain menghasilkan listrik bersih, keberadaan panel ini secara teknis efektif mengurangi penguapan air bendungan.
Berikut rincian potensi kapasitas listrik dari lima bendungan prioritas:
| Lokasi Bendungan | Luas Genangan | Potensi Kapasitas Listrik |
| Bendungan Margatiga | 2.314 Hektare | 462,79 MW |
| Bendungan Batutegi | 2.100 Hektare | 420,00 MW |
| Bendungan Way Sekampung | 825 Hektare | 165,00 MW |
| Bendungan Way Rarem | 419 Hektare | 83,70 MW |
| Bendungan Way Jepara | 310 Hektare | 62,00 MW |
Lampung Lampaui Target Nasional
Saat ini, Provinsi Lampung telah mencatatkan capaian luar biasa dalam bauran energi.
Bauran EBT Lampung: Telah mencapai 30%.
Target Nasional: Berada di angka 23%.
“Lampung memiliki potensi tenaga surya yang sangat baik, rata-rata mencapai 135 watt per meter persegi di berbagai kabupaten. Kami sedang menjalin kerja sama intensif dengan Kementerian PU, PLN, dan investor untuk merealisasikan ini,” ungkap Mulyadi Irsan, Jumat (2/1/2026).
Manfaat Ganda bagi Daerah
Proyek PLTS Terapung ini diharapkan memberikan dampak multi-dimensi:
Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari luar provinsi.
Lingkungan: Menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Ekonomi: Menarik investasi hijau dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi energi.
Konservasi Air: Meminimalisir evaporasi air yang dibutuhkan untuk irigasi dan air baku.
Langkah Strategis Ke Depan
Selain tenaga surya, Pemprov Lampung juga terus memetakan potensi dari sumber daya lain seperti geothermal (panas bumi), angin, hingga mikrohidro. Fokus utama saat ini adalah percepatan sinkronisasi regulasi dengan Pemerintah Pusat agar para investor segera memulai tahap konstruksi fisik di Bendungan Margatiga dan Batutegi.
Analisis Konteks:
Pengembangan PLTS Terapung merupakan tren global yang sangat cocok untuk Lampung karena tidak memerlukan pembebasan lahan daratan yang luas dan meminimalisir konflik agraria. Kesuksesan proyek ini akan menempatkan Lampung sebagai pemimpin energi hijau di Pulau Sumatera.
Post a Comment